Want to know more about Financial Modeling best practices from the expert?

Find out the answer at the Konferensi Maju Digital 2022. close
13 Oct

Apa Itu Cash Flow? Ini Arti, Jenis, dan Cara Mengaturnya

Yovita

by Yovita

view438Views

Cash flow adalah suatu hal yang penting dipahami setiap pemilik usaha. Memahami cash flow akan membantu Anda mengelola keuangan usaha, sekaligus memastikan usaha selalu memiliki cukup dana yang bisa digunakan untuk membayar tagihan dan mengembangkan usaha.

Bahkan jika penjualan usaha Anda lancar, kemungkinan kekurangan uang masih selalu ada. Contohnya jika uang dari penjualan tidak masuk rekening bank tepat waktu untuk memenuhi kewajiban bulanan usaha. Itulah mengapa penting juga untuk paham bagaimana cara mengatur cash flow. Dalam artikel ini, Anda akan memperoleh informasi lengkap mengenai arti, jenis, dan cara mengatur cash flow. Yuk, simak!

Baca juga: Jaga Stabilitas Cash Flow Selama Pandemi dengan Midtrans Merchant Financing


Apa Itu Cash Flow?

cash-flow-adalah-(7)

Cash flow adalah jumlah uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis dalam periode waktu tertentu. Jumlah tersebut penting untuk dihitung mengingat uang tunai yang dimiliki bisnis terus bergerak masuk dan keluar.

Contohnya, saat Anda membeli persediaan barang, uang tunai bergerak keluar dari usaha ke pemasok. Lalu, saat Anda menjual persediaan barang, maka cash flow bergerak masuk ke bisnis dari konsumen. Sementara itu, membayar gaji karyawan membuat cash flow keluar, menagih angsuran bulanan pelanggan menarik cash flow ke dalam bisnis, dan seterusnya.

Cash flow sendiri bisa positif atau negatif. Cash flow positif berarti usaha Anda mempunyai lebih banyak uang yang masuk daripada keluar. Sebaliknya, cash flow negatif menunjukkan usaha Anda memiliki lebih banyak uang yang keluar daripada masuk ke dalam bisnis.

Memastikan cash flow positif sangat penting karena memungkinkan Anda memenuhi kewajiban keuangan yang ada serta merencanakan masa depan usaha. Cash flow adalah tantangan yang umum dialami oleh usaha kecil. Pasalnya, cash flow macet dapat berdampak negatif pada bisnis.

Dengan menyeimbangkan cash flow, Anda dapat memastikan kelancaran bisnis sehari-hari. Cash flow seimbang juga menyediakan uang tunai yang cukup untuk menutupi pembayaran faktur terlambat atau pengeluaran tak terduga, sehingga bisnis Anda tetap bisa beroperasi normal.


Jenis-jenis Cash Flow dalam Bisnis

cash-flow-adalah-(6)

Cash flow terdiri dari beberapa jenis. Karenanya, penting bagi Anda untuk memahami masing-masing jenis cash flow agar tidak keliru. Berikut informasi jenis-jenis cash flow berdasarkan aliran, aktivitas, dan selisih penerimaannya.

Berdasarkan aliran

1. Cash inflow

Cash inflow adalah uang yang masuk ke bisnis. Contoh cash inflow termasuk uang yang diperoleh dari penjualan produk dan keuntungan dari investasi, apa pun bentuknya.

2. Cash outflow

Cash outflow kebalikan dari cash inflow, yaitu uang yang keluar dari bisnis. Cash outflow dapat terdiri dari biaya operasional, utang, dan kewajiban lainnya. Contohnya saat Anda harus transfer uang ke vendor, distributor, atau lainnya. 

Cash inflow dan outflow mewakili posisi keuangan fundamental bisnis Anda. Berhubung uang tunai adalah sumber kehidupan setiap bisnis, memahami cash inflow dan outflow usaha Anda sangat penting untuk mengoptimalkan operasi bisnis sehari-hari. Untuk membangun bisnis yang bisa untung dalam jangka panjang, Anda perlu memastikan bahwa cash inflow melebihi cash outflow. 

- Berdasarkan aktivitas

1. Operating cash flow

Operating cash flow adalah jumlah uang tunai yang dihasilkan oleh aktivitas operasional standar bisnis dalam periode waktu tertentu. Aktivitas bisnis yang dimaksud dapat mencakup pemberian layanan kepada pelanggan untuk menghasilkan pendapatan, memproduksi dan menjual barang, membayar tagihan, atau mendanai modal kerja.

2. Financing cash flow

Financing cash flow adalah bagian dari cash flow statement, yang memberikan gambaran umum tentang semua kas yang masuk dan keluar dari bisnis selama periode tertentu. Secara khusus, financing cash flow berkaitan dengan aktivitas kas yang berhubungan dengan utang dan ekuitas.

3. Investment cash flow

Investment cash flow menunjukkan berapa banyak uang yang telah dikeluarkan atau dihasilkan bisnis melalui aktivitas investasi selama periode akuntansi tertentu. Contohnya pembelian aset (peralatan atau properti yang pada dasarnya adalah aset tetap dan aset jangka panjang), merger atau akuisisi perusahaan lain, serta investasi dalam surat berharga seperti saham dan obligasi.

4. Initial cash flow

Initial cash flow adalah total uang tunai yang dibutuhkan untuk memulai bisnis. Initial cash flow idealnya diperkirakan pada tahap perencanaan bisnis. Jumlah uang tunai dalam jenis cash flow ini termasuk juga pinjaman atau investasi yang dilakukan dalam bisnis. 

5. Terminal cash flow

Terminal cash flow adalah cash flow pada akhir proyek setelah semua bentuk pemotongan pajak dilakukan. Dengan kata lain, terminal cash flow adalah jumlah uang bersih yang didapatkan oleh bisnis setelah melepaskan aset dan membayarkan tagihan bisnis.

- Berdasarkan selisih penerimaan

1. Cash flow positif

Bisnis Anda dapat dikatakan memiliki cash flow positif jika aset likuid atau kas yang dihasilkan dari aktivitas operasi bisnis melebihi kas yang dikeluarkan. Dalam operasi bisnis normal, selalu ada cash inflow dan cash outflow

Jika kas bisnis yang diperoleh melebihi kas yang dikeluarkan, itu artinya bisnis Anda memiliki cash flow positif. Dengan kata lain, cash flow positif berarti lebih banyak uang masuk daripada keluar. Ini penting bagi bisnis untuk mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

2. Cash flow negatif

Cash flow negatif menggambarkan situasi di mana bisnis Anda menghabiskan lebih banyak uang daripada yang dihasilkan. Ini adalah situasi yang relatif umum dialami dalam beberapa bulan atau tahun pertama bisnis, khususnya saat bisnis masih meningkatkan produksi dan mencari pelanggan.

Baca juga: Mengenal Metode Penyusunan Laporan Arus Kas Secara Langsung


Metode Penyusunan Cash Flow

cash-flow-adalah-(3)

Agar lebih mudah mengetahui kondisi cash flow, maka Anda perlu melakukan penyusunan laporan. Laporan arus kas, atau disebut juga statement of cash flow, adalah laporan keuangan untuk mencatat jumlah uang tunai yang masuk dan keluar dari bisnis.

Laporan ini memberi Anda lebih banyak informasi tentang jumlah modal usaha yang tersedia selama periode tertentu. Singkatnya, statement of cash flow adalah ukuran seberapa baik usaha mampu menghasilkan uang tunai untuk mendanai biaya operasional dan membayar kewajiban utang.

Ada dua metode untuk menghasilkan statement of cash flow, yaitu direct cash flow (metode langsung) dan indirect cash flow (metode tidak langsung). Berikut penjelasan singkatnya:

1. Direct cash flow

Dalam direct cash flow, seluruh kas yang diterima atau dibayarkan akan dihitung dan totalnya adalah cash flow yang dihasilkan. Pada dasarnya, direct cash flow mengurangi uang yang Anda belanjakan dari uang yang Anda terima.

2. Indirect cash flow

Dalam indirect cash flow, item baris akuntansi seperti laba bersih, depresiasi, dan lain-lain digunakan untuk menghitung cash flow. Laporan arus kas dalam pemodelan keuangan umumnya selalu dihasilkan melalui metode tidak langsung.


Tips Mengatur Cash Flow Agar Positif

cash-flow-adalah-(5)

Cash flow positif yang konsisten dapat membantu Anda membayar tagihan, berinvestasi dalam peluang baru, dan mengembangkan bisnis. Berikut beberapa tips mengatur cash flow yang bisa Anda terapkan:

1. Susun perencanaan keuangan bisnis

Pertama-tama, Anda perlu menyusun perencanaan keuangan bisnis. Tujuannya agar keuangan bisa berjalan lancar sehingga bisnis pun terus maju dan berkembang. 

Setelah menyiapkan modal usaha, susunlah rencana bagaimana modal usaha tersebut akan Anda gunakan untuk kegiatan usaha. Mulai dari biaya produksi, pembelian alat bisnis, operasional, bahan baku, dan sebagainya. Menyusun perencanaan keuangan bisnis bisa membantu Anda terhindar dari kekurangan uang tunai ke depannya yang dapat merusak cash flow.

2. Usahakan cash in selalu lebih besar dari cash out

Selanjutnya, tips mengatur cash flow adalah mengusahakan agar cash in selalu lebih besar daripada cash out. Bisnis tentu butuh pemasukan yang lebih besar daripada pengeluaran agar tetap dapat beroperasi dengan normal. 

Untuk memastikan cash in selalu lebih besar dari cash out, bijaksanalah dalam menggunakan dana usaha. Misalnya, hindari pembelian inventaris atau penambahan fasilitas secara terus-menerus karena dapat memicu cash flow negatif. Anda sebaiknya mencatat seluruh daftar peralatan yang ingin dibeli dan buatlah skala prioritas agar kondisi cash flow tetap positif.

3. Catat setiap transaksi yang terjadi

Jangan lupa juga untuk catat setiap transaksi yang terjadi. Dengan demikian, akan lebih mudah bagi Anda untuk mengendalikan pengeluaran dan pemasukan. Pencatatan setiap transaksi yang terjadi juga berfungsi sebagai pengingat yang berguna saat Anda ingin menyusun laporan keuangan usaha.

Nah, akan lebih mudah untuk mencatat setiap transaksi kalau selama ini bisnis Anda sudah menggunakan sistem pembayaran seperti payment gateway Midtrans yang mampu mencatat transaksi secara otomatis. Terlebih, Midtrans juga menerima lebih dari 20 metode pembayaran, baik online dan offline. Jadi, Anda bisa mengandalkan Midtrans sebagai solusi cerdas untuk menerima pembayaran di mana pun dan kapan pun dengan dashboard yang mudah digunakan.

Menyediakan pilihan 24 metode pembayaran, Midtrans memungkinkan Anda untuk menerima pembayaran dari siapa pun. Mulai dari penjualan pertama hingga ekspansi bisnis, kini Anda tidak perlu repot mengurus pembayaran. Selain menerima pembayaran online dan offline, payment gateway Midtrans juga menawarkan settlement pembayaran real-time dan integrasi yang mudah.

Payment gateway memang punya cara kerja yang lebih kompleks daripada metode pembayaran konvensional. Namun, Anda bisa melakukan transaksi yang variatif dengan sistem pembayaran ini, termasuk transfer bank, kartu debit/kredit, hingga QRIS. Anda yang sedang mencari mitra GPN dapat memilih Midtrans sebagai solusi payment gateway Indonesia terlengkap untuk bisnis. 

4. Utamakan pembayaran di depan

Anda juga wajib mengutamakan pembayaran di depan agar keuangan usaha bisa dikelola dengan lancar dan aman. Sebaiknya Anda menghindari pembayaran cicilan karena berisiko menyebabkan cash flow negatif. Jika sudah ada beberapa konsumen yang melakukan pembayaran secara kredit, pastikan Anda menagih pembayaran tepat waktu. Cash flow positif sangat bergantung pada kelancaran pembayaran cicilan oleh konsumen sehingga hal ini perlu Anda perhatikan.

5. Optimalkan alokasi keuntungan bisnis

Tips terakhir yang tidak kalah penting dalam mengatur cash flow adalah mengoptimalkan alokasi keuntungan bisnis. Anda dapat melakukannya dengan cara menyebar keuntungan usaha ke beberapa aspek.

Sebagai contoh, 10% digunakan untuk investasi, 20% sebagai biaya cadangan untuk keadaan mendesak, dan 70% sisanya digunakan untuk biaya operasional usaha. Dengan alokasi keuntungan bisnis yang optimal, akan lebih mudah bagi Anda untuk menjaga cash flow bisnis tetap positif.

Baca juga: Dukungan Dana dan Teknis untuk Membuat Website E-Commerce di Masa Pandemi


Rumus dan Cara Menghitung Cash Flow

Untuk menghitung cash flow, ada beberapa rumus yang harus Anda perhatikan. Anda perlu terlebih dulu menghitung biaya pendapatan dan pengeluaran untuk menyusun laporan cash flow. Berikut beberapa rumus dan cara menghitung cash flow yang perlu Anda ketahui:

1. Cara menghitung net cash flow

Net cash flow adalah perbedaan antara seluruh cash inflow dan cash outflow usaha pada periode tertentu. Ini adalah indikator utama kesehatan keuangan bisnis. Menyeimbangkan cash inflow dan outflow sangat penting untuk mempertahankan bisnis yang sehat. Untuk menghitung net cash flow, cukup kurangi total cash outflow dengan total cash inflow.

Net Cash Flow (Arus Kas Bersih) = Total Cash Inflow (Aliran Arus Kas Masuk) – Total Cash Outflow (Aliran Arus Kas Keluar)
 

Contohnya, bisnis Anda memiliki Rp150.000.000 cash inflow dan Rp100.000.000 cash outflow. Maka, net cash flow akan menjadi Rp50.000.000.

Cash Inflow (Rp150.000.000) - Cash Outflow (Rp100.000.000) = Net Cash Flow (Rp50.000.000)

Anda juga dapat menghitung net cash flow dengan menambahkan nilai total dari tiga variabel yang sudah memperhitungkan cash inflow dan cash outflow:

Operating Cash Flow + Financing Cash Flow + Investment Cash Flow 

2. Cara menghitung operating cash flow

Operating cash flow memberikan gambaran tentang kemampuan usaha untuk menghasilkan uang tunai dari operasi bisnis normal. Untuk menghitung operating cash flow, tambahkan net income (pendapatan bersih) dan pengeluaran non-tunai, lalu kurangi perubahan modal kerja. Ketiganya dapat Anda temukan dalam cash flow statement.

Operating Cash Flow = Laba Bersih + Pengeluaran Non Tunai – Perubahan Modal Kerja

Contohnya, usaha Anda punya laba bersih sebesar Rp250.000.000, pengeluaran non-tunai sebesar Rp100.000.000, dan perubahan modal kerja sebesar Rp50.000.000. Maka, operating cash flow usaha Anda adalah Rp300.000.000.
 
Laba Bersih (Rp250.000.000) + Pengeluaran Non Tunai (Rp100.000.000) - Perubahan Modal Kerja (Rp50.000.000) = Operating Cash Flow (Rp300.000.000)

3. Cara menghitung financing cash flow

Financing cash flow adalah arus kas bersih antara usaha dan pemiliknya, kreditur, dan investor. Untuk menghitung financing cash flow, tambahkan dividen yang dibayarkan ke pembelian kembali utang dan ekuitas, lalu kurangi jumlah total cash inflow dari penerbitan ekuitas atau utang. Seluruh item ini juga dapat Anda temukan dalam cash flow statement.

Financing Cash Flow = Cash Inflow dari Penerbitan Ekuitas atau Utang - (Dividen Dibayar + Pembelian Kembali Utang dan Ekuitas)

Contohnya, usaha Anda memiliki cash inflow dari penerbitan ekuitas atau utang sebesar Rp150.000.000, Rp20.000.000 dividen dibayarkan, serta Rp50.000.000 pembelian kembali utang dan ekuitas. Maka, financing cash flow usaha Anda adalah Rp80.000.000.
Cash Inflow dari Penerbitan Ekuitas atau Utang (Rp150.000.000) - (Dividen Dibayar (Rp20.000.000) + Pembelian Kembali Utang dan Ekuitas (Rp50.000.000)) = Financing Cash Flow (Rp80.000.000)

4. Cara menghitung investment cash flow

Investment cash flow adalah net cash inflow dan outflow dari belanja modal, merger dan akuisisi, serta pembelian atau penjualan surat berharga. Untuk menghitung investment cash flow, tambahkan pembelian atau penjualan properti dan peralatan, bisnis lain, dan surat berharga. Seluruh item ini tercantum dalam cash flow statement, namun dapat pula diidentifikasi dengan membandingkan aset tidak lancar di neraca selama dua periode.

Investment Cash Flow = Pendapatan Investasi - Pengeluaran Investasi

Contohnya, bisnis Anda mendapatkan kas dari penjualan saham sebesar Rp50.000.000 dan Rp70.000.000 dari penjualan obligasi. Dalam periode tersebut, Anda juga membeli properti investasi senilai Rp80.000.000. Maka, investment cash flow usaha Anda adalah Rp40.000.000.

Pendapatan Investasi (Rp50.000.000 + Rp70.000.000) - Pengeluaran Investasi (Rp80.000.000) = Investment Cash Flow Rp40.000.000.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa cash flow adalah salah satu hal yang penting untuk dipahami oleh setiap pemilik usaha karena memengaruhi kelancaran usaha secara keseluruhan. Dengan memahami arti, jenis, dan cara mengatur cash flow, Anda dapat memastikan usaha Anda tetap memiliki cukup dana untuk beroperasi sebagaimana mestinya.

Agar cash flow Anda selalu positif, ingat untuk selalu catat setiap transaksi bisnis. Caranya bisa dengan  menggunakan sistem pembayaran seperti payment gateway Midtrans yang mampu mencatat transaksi secara otomatis. Yuk, daftar Midtrans sekarang juga dan dukung kelancaran cash flow untuk usaha Anda!

payment-gateway-indonesia

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail