Baru dari Midtrans, Aktivasi Metode Pembayaran UOB EZ Pay Sekarang!

Lebih lanjut. close
17 Aug

Cyber Crime Adalah Tindakan Pencurian Digital, Waspadai Jenisnya!

Yovita

by Yovita

view56Views

Di era serba digital seperti saat ini, peluang bisnis online pun semakin meningkat. Dengan berbekal pengetahuan teknologi dasar, masyarakat sudah bisa membuka sebuah bisnis berbasis online dan menjalankannya dengan penuh kemudahan. Namun, di samping berbagai kemudahan yang ditawarkan tersebut, Anda harus berhati-hati dengan ancaman cyber crime yang mengikutinya.

Cyber crime adalah risiko yang harus ditanggung di tengah derasnya arus informasi saat ini. Salah satu bentuk cyber crime adalah tindakan pencurian digital. Oleh sebab itu, Anda harus ekstra hati-hati dan punya pengetahuan yang mendalam agar bisnis tidak menjadi sasaran cyber crime. Lantas, apa sebenarnya cyber crime itu? Bagaimana pula cara mengatasinya? Berikut ulasannya.


Cyber Crime adalah Tindakan Kriminal

cyber-crime-adalah-(5)

Mengutip dari buku karya Dasril Aldo dkk yang berjudul Pengantar Teknologi Informasi (2020), cyber crime adalah kejahatan yang timbul akibat pemanfaatan teknologi internet. Dengan kata lain, cyber crime atau kejahatan siber adalah sebuah perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan memanfaatkan teknologi internet berbasis kecanggihan teknologi komputer dan telekomunikasi.

Melansir dari sumber Encyclopedia Britannica, cyber crime—yang bisa disebut juga dengan computer crime—adalah penyalahgunaan komputer untuk dijadikan alat meraih tujuan yang ilegal. Perbuatan tersebut bisa meliputi pencurian identitas, penipuan, perdagangan konten pornografi, dan pelanggaran privasi lainnya.

Cyber crime merupakan bentuk kejahatan tingkat lanjut. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya, cyber crime dan tindak kriminal konvensional adalah perbuatan yang sama. Namun, dengan kehadiran internet dan peran teknologi, tindak kejahatan tersebut menjadi makin mudah hingga muncullah cyber crime.

Baca juga: Ini Pentingnya Keamanan Data Bisnis di Era Digital dan Tips Menjaganya


7 Contoh Jenis Cyber Crime

cyber-crime-adalah

Dalam buku berjudul Tips dan Trik Kartu Kredit: Memaksimalkan Manfaat dan Mengelola Risiko Kartu Kredit (2010) karya Aep S. Hamidin, ada beberapa jenis cyber crime yang dibedakan berdasarkan bentuk tindakannya. Di bawah ini adalah tujuh contoh jenis cyber crime yang patut diwaspadai.

1. Memasukkan konten ilegal ke internet

Jenis cyber crime yang pertama adalah memasukkan konten ilegal ke internet. Cyber crime seperti ini ditandai dengan pelaku yang memasukkan sejumlah data atau informasi yang bersifat tidak betul, tidak etis, bahkan melanggar hukum, ke internet. Konten ilegal seperti itu dapat mencakup pornografi (tulisan, gambar, video, dan sebagainya), penganiayaan, pembajakan, pembunuhan, dan sebagainya.

2. Penyusupan ke jaringan komputer 

Berikutnya, ada cyber crime berupa penyusupan ke jaringan komputer milik orang lain yang tidak sah atau unauthorized access, contohnya probing dan port. Kejahatan jenis ini menyerang jaringan komputer milik individu, organisasi, atau instansi dengan niat yang buruk, tanpa izin, dan tidak sah secara hukum. Tindakan seperti ini tentu sangat merugikan karena dapat menyerang keamanan sistem informasi Anda. 

3. Hacking untuk mencari kelemahan 

Seperti pada kasus Bjorka yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini, hacking termasuk salah satu jenis cyber crime yang sering terjadi. ‘Hacker’ adalah istilah yang mengacu pada seseorang yang memiliki minat besar untuk mempelajari komputer secara detail. Namun, ada pula yang sampai melakukan perusakan pada internet, disebut sebagai cracker.

Hacking adalah tindakan merugikan yang dilakukan seseorang untuk mencari kelemahan, khususnya pada sistem keamanan jaringan. Seseorang yang melakukan hacking dengan niat buruk biasanya melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, seperti pembajakan akun, penyebaran virus, probing, dan sebagainya. Tujuan pelaku melakukan hacking adalah mengincar materi atau sebatas kepuasan pribadi. Meski demikian, ada beberapa hacker yang secara legal melakukan hacking, seperti untuk melacak keberadaan buronan.

4. Carding pada kartu kredit 

Carding adalah bentuk cyber crime yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit orang lain, kemudian menggunakannya untuk bertransaksi di internet. Carding bisa berupa tindakan pelaku yang sengaja mengirimkan link sebuah situs, tapi ketika dibuka, akan menyebarkan virus ke perangkat Anda.

Di tengah situasi tersebut, pelaku memanfaatkannya untuk carding. Selanjutnya, ia akan menggunakan kartu Anda untuk membeli barang secara online. Biasanya, pelaku akan menjual barang itu kembali dengan harga yang murah untuk mendapatkan keuntungan.

Tindak kejahatan seperti ini sangatlah merugikan. Selain melanggar informasi pribadi, pelaku bahkan berusaha memakai kartu kredit milik orang lain untuk kepentingannya sendiri. Saat ini, carding sedang marak terjadi. Maka dari itu, Anda harus waspada, jangan berikan info kode keamanan CVV kartu kredit sembarangan. 

CVV adalah kode pengaman transaksi yang tertera pada bagian belakang kartu kredit. Kode ini bersifat sangat rahasia. Oleh sebab itu, jagalah kartu kredit Anda sebaik mungkin. Jangan sekalipun memberikan kartu Anda pada orang lain demi mencegah penyalahgunaan CVV ini.

5. Phishing dan defacing

Phishing adalah cyber crime yang dilakukan dengan cara menggali informasi rahasia, seperti nomor kartu kredit atau kata sandi sebuah akun, untuk menyamar. Biasanya, pelaku memanfaatkan data orang lain untuk menyamar dan berpura-pura menjadi sebuah instansi atau perusahaan resmi yang sah. Ia kemudian akan melanjutkannya dengan spoofing email.

Sedangkan, defacing adalah salah satu bentuk kejahatan yang menyasar website non-profit untuk kepentingannya sendiri. Website non-profit tersebut bisa mencakup situs sekolah, universitas, atau pemerintahan.

6. Cyber bullying

Penindasan yang dilakukan melalui internet (cyber bullying) dapat berupa pesan menyinggung, gambar atau video yang menekan atau menyinggung korban, mengirimkan komentar-komentar kasar, dan sebagainya. Biasanya, tindakan cyber bullying diikuti pula dengan penguntitan dunia maya atau cyber stalking. Cyber stalking mirip seperti teror tanpa akhir yang ditujukan pada seseorang dengan niat melukai.

Penindasan yang dilakukan di internet memang tak akan melukai fisik, tapi dapat menghancurkan mental seseorang. Akibat derasnya arus informasi di internet saat ini, semua orang pun bisa dengan mudah berselancar di dalamnya.

Komentar buruk, pesan kasar, ejekan, lecehan, atau hinaan yang dilontarkan di internet bisa diakses oleh semua orang. Akibatnya, penindasan tersebut akan melebar. Bahkan, penindasan di internet bisa menyerang seseorang yang sama sekali tidak pernah ditemui atau dikenal. Oleh sebab itu, banyak kasus cyber bullying yang berakhir dengan depresi pada korban, enggan bersosialisasi, hingga bunuh diri.

7. Pemalsuan data (data forgery)

Berikutnya, ada tindak kejahatan yang disebut dengan data forgery atau pemalsuan data. Jenis kejahatan ini dilakukan dengan cara memalsukan data pada dokumen penting milik seseorang di internet. Contoh data forgery adalah memalsukan alamat situs bank atau lembaga resmi lainnya untuk niat yang buruk dan tidak bertanggung jawab.


Apa Itu Keamanan Sistem Informasi?

cyber-crime-adalah-(4)

Keamanan sistem informasi adalah sebuah perlindungan atas sistem informasi dari akses, gangguan, penggunaan, modifikasi, dan perusakan dari pihak yang tak berwenang melakukannya. Tujuan dari keamanan sistem informasi adalah mencegah risiko penyalahgunaan informasi dari pihak yang tidak berhak mengakses informasi tersebut.

Sistem keamanan informasi wajib diterapkan oleh organisasi, perusahaan, lembaga pemerintahan, sekolah, perguruan tinggi, maupun individu. Manfaat yang bisa diperoleh dengan menerapkan sistem ini adalah terhindar dari penipuan dalam suatu sistem informasi, menjaga kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan terhadap sumber daya informasi yang dimiliki. Apabila sebuah institusi gagal mengadakan keamanan sistem informasi, maka dampaknya bisa sangat fatal.

Baca juga: Cyber Security Adalah: Pengertian dan Jenis dan Ancamannya


Sistem Keamanan Jaringan, Apa Itu?

Berbagai ancaman cyber crime yang dapat membahayakan keamanan perangkat, tentu harus diantisipasi dengan langkah-langkah yang tepat. Anda pasti juga tidak ingin perangkat Anda diakses oleh orang asing, bukan? Salah satu cara untuk mengamankan perangkat komputer adalah dengan memiliki sistem keamanan jaringan.

Sistem keamanan jaringan adalah sebuah sistem yang dapat melakukan proses identifikasi untuk mencegah pengguna yang tidak sah (unauthorized access) dari suatu jaringan komputer. sistem keamanan jaringan tentu saja bertujuan untuk mengantisipasi risiko ancaman cyber crime berupa hacking, phishing. carding, perusakan bagian fisik komputer, data forgery, dan jenis-jenis cyber crime lain seperti yang telah disebutkan sebelumnya.

Ada beberapa macam sistem keamanan jaringan yang wajib Anda ketahui, yaitu seperti berikut ini.

  • VPN (Virtual Private Network), yaitu sebuah jaringan komunikasi lokal yang dapat terhubung lewat media jaringan. Jika Anda mengakses sebuah situs menggunakan VPN, maka Anda akan menggunakan server negara lain untuk mendapatkan alamat IP yang susah dilacak. Fungsi utama VPN adalah untuk mendapatkan komunikasi melalui internet yang aman.
  • Autentikasi, adalah sistem yang meliputi proses pengenalan peralatan, aplikasi, sistem operasi, dan identitas pengguna untuk dihubungkan dengan jaringan komputer. Contoh autentikasi adalah saat pengguna memasukkan username dan password untuk login ke suatu jaringan. Saat ini, autentikasi dilakukan dengan dua langkah (two-factor authentication) untuk mencegah akses dari orang asing ke akun Anda.
  • DMZ (Demilitarized Zone), adalah suatu area yang digunakan untuk melindungi sistem internal yang berhubungan dengan serangan hacker.
  • Enkripsi, merupakan teknik pengkodean data yang dapat digunakan untuk menjaga data tersebut agar lebih aman. Jika suatu data terenkripsi, maka Anda perlu kunci agar bisa mengaksesnya. Penguraian data yang terkunci dengan sistem enkripsi disebut dengan dekripsi.

Cara Menghindari Cyber Crime

cyber-crime-adalah-(2)

Tak bisa dimungkiri, cyber crime adalah sebuah ancaman besar yang bisa menimpa siapa saja dan kapan saja. Anda tidak boleh lengah sedikitpun meski saat ini data-data Anda masih aman-aman saja. Ada banyak celah dan kesempatan bagi orang-orang yang kurang bertanggung jawab di luar sana untuk menerobos privasi dan data yang Anda miliki sekarang. Berdasarkan survei yang dilakukan di seluruh belahan dunia, ada 10-15 kasus cyber crime bisa terjadi setiap waktunya!

Untuk itulah Anda harus ekstra waspada. Bekali diri dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mencegah cyber crime terjadi. Sebagai langkah antisipasi, berikut ini adalah cara untuk menghindari cyber crime.

1. Pastikan software resmi dan update

Satu hal penting yang wajib Anda terapkan pada seluruh perangkat Anda, yaitu memastikan seluruh software-nya resmi. Hindari menggunakan software bajakan. Pasalnya, di dalam software bajakan bisa saja tertanam malware dan berbagai benda asing lain yang bisa menimbulkan kerusakan pada perangkat Anda.

Software bajakan memang menggiurkan karena gratis. Namun, Anda tetap tidak tahu ada apa saja di dalam aplikasi tersebut. Sebagai solusinya, bermigrasilah ke aplikasi open source yang gratis. Aplikasi-aplikasi yang tidak open source biasanya harus membayar. Oleh sebab itu, Anda bisa mencari yang tidak berbayar, tapi jelas keamanannya. 

Pastikan juga untuk selalu meng-upgrade software yang Anda miliki secara rutin. Hal ini bertujuan untuk menghindari masuknya virus dan kerusakan perangkat akibat software yang sudah tidak kompatibel.

2. Gunakan kata sandi dan autentikasi ganda

Berikutnya, Anda bisa mencegah cyber crime dengan cara mengganti password secara rutin dan menerapkan autentikasi ganda (two-factor authentication). Sebaiknya, jangan gunakan password yang sama untuk semua akun atau password mudah yang mengandung identitas Anda, misalnya seperti tanggal lahir.

Jika Anda menggunakan tanggal lahir untuk password, dikhawatirkan seseorang bisa menebak password Anda apabila ia mengantongi data diri Anda. Sebaiknya buatlah password rumit yang menggunakan kombinasi karakter huruf, angka, dan simbol agar tidak mudah dibobol.

Menerapkan autentikasi ganda untuk perangkat juga bisa mencegah orang asing mengakses akun Anda. Sambungkan kontak yang biasa Anda pakai untuk autentikasi. Jika ada perangkat atau seseorang yang mencoba mengakses masuk ke akun Anda, Anda akan mendapatkan notifikasi keamanan. Dengan begitu, akun Anda akan lebih terpantau dan terjaga.

3. Lakukan backup data

Cara mencegah cyber crime berikutnya adalah melakukan back up data secara rutin. Back up sangat bermanfaat untuk mencegah Anda kehilangan data-data yang dimiliki. Jika sewaktu-waktu Anda terkena pencurian data atau terjadi kesalahan pada sistem perangkat, data-data Anda masih bisa diselamatkan. Buatlah salinan dokumen, foto, musik, video, dan lainnya ke tempat yang aman, misalnya Google Drive, cloud, flashdisk, atau harddisk.

4. Periksa data secara berkala

Saat ini, banyak penipuan yang dikirimkan melalui email, SMS, atau telepon. Untuk menghindari pencurian data, periksalah data-data Anda secara berkala, terutama setelah Anda mendapat kiriman pesan atau telepon penipuan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada aktivitas yang tidak benar pada perangkat Anda.

Memeriksa data secara berkala juga penting untuk mencegah penipuan yang mengatasnamakan uang. Saat ini, banyak transaksi bank yang dikirimkan melalui email. Jika Anda mengecek data secara rutin, Anda bisa langsung tahu apabila ada transaksi yang tidak Anda lakukan. Anda bisa segera melakukan tindak pencegahan, misalnya dengan menghubungi bank atau melakukan pemblokiran kartu.

5. Abaikan email atau link tak dikenal

Saat ini, mendapatkan SMS atau email tak dikenal sudah mulai terasa biasa karena setiap hari selalu ada. Sebaiknya, abaikan saja semua pesan-pesan atau link dari alamat asing dan terindikasi mencurigakan. Lebih baik lagi jika Anda segera memblokir nomor atau alamat email tersebut.

Selain mengabaikan email dan link tak dikenal, jangan hiraukan juga posts aneh yang berseliweran di media sosial. Ceroboh sedikit saja, maka penjahat cyber akan menemukan celah untuk masuk ke perangkat Anda.


Itulah beberapa cara yang bisa Anda terapkan untuk mencegah cyber crime. Kewaspadaan dan pengetahuan yang cukup adalah bekal yang harus Anda miliki. Jika ingin melakukan transaksi finansial, pastikan seluruh platform yang Anda gunakan terjamin aman, seperti Midtrans.

Baca juga: Alasan Payment Gateway Penting Untuk Bisnis UKM

Midtrans adalah payment gateway di bawah pengawasan Bank Indonesia yang terjamin keamanannya. Anda tak perlu khawatir terserang cyber crime karena Midtrans telah memegang lisensi PCI-DSS (Payment Card Industry Data Security Standard), yaitu lisensi yang diterbitkan oleh PCI Security Standard Council. Artinya, Midtrans telah terjamin memiliki sistem yang memenuhi standar keamanan data tingkat tinggi.

Sertifikasi ISO/IEC 27001 juga telah dikantongi oleh Midtrans. Sertifikasi ini adalah standar internasional yang menetapkan kebijakan dalam menjalankan, mendirikan, mempertahankan, dan mendukung keamanan sistem manajemen informasi di suatu organisasi. Artinya, Midtrans yang telah memenuhi ketentuan ISO 27001 pasti dapat melindungi data dan transaksi Anda dari risiko eksternal maupun internal.

Selain itu, Anda tak perlu cemas ketika menggunakan payment gateway Midtrans karena Midtrans telah melampaui AES 256, yaitu standar enkripsi elektronik yang menggunakan algoritma mutakhir untuk melindungi informasi digital. Ini merupakan implementasi nyata dari Midtrans untuk selalu mengenkripsi data-data para pengguna.

Agar lebih aman, hindari menggunakan WiFi publik saat melakukan transaksi dengan Midtrans. WiFi publik memang gratis, tapi sangat tidak aman. Seseorang bisa saja membobol masuk ke perangkat Anda karena jaringan Anda terbuka lebar saat menggunakan WiFi publik. Cyber crime adalah tindakan yang tak pernah bisa diduga. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk melakukan pencegahan sedini mungkin.

sistem-pembayaran

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail