Dapatkan panduan legalitas usaha di e-Book, “Buku Pintar Legalitas: Usaha Legal, Tersertifikasi, dan Aman”.

Download GRATIS sekarang! close
19 Jan

Payment Adalah Salah Satu Aspek Penting dalam Bisnis

Rizki Ramadan

by Rizki Ramadan

view413Views

Pembayaran atau payment adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan ketika Anda menjalankan sebuah bisnis. Dalam melakukan pembayaran, pelaku bisnis harus dengan cermat memperhatikan berbagai macam aspeknya.

Sebab, payment adalah kunci penting perkembangan perusahaan. Apa itu payment, prinsip, dan jenisnya? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap untuk Anda.


Pengertian Payment Adalah

Payment-Adalah-003

Pembayaran di sini menitikberatkan pada sebuah sistem. Payment adalah sekumpulan peraturan, institusi atau lembaga, hingga mekanisme pemindahan dana dari satu pihak ke pihak lain yang didasarkan pada kegiatan pembayaran atas kewajiban. Adapun lembaga di sini di antaranya adalah perantara dari penyelenggara sistem pembayaran seperti bank.

Baca juga: Strategi Bisnis adalah Kunci, Ini 5 Tips Agar Unggul dari Kompetitor


Prinsip-Prinsip Sistem Payment

Payment-Adalah-001

Setelah Anda mengetahui mengenai definisi payment atau pembayaran, maka penting pula untuk mengetahui prinsip-prinsip dasar yang harus ada dalam pembayaran tersebut. Dalam hal ini, ada empat prinsip utama yang wajib diperhatikan, yakni:

1. Aman

Prinsip pertama dari payment adalah rasa aman. Artinya, semua transaksi dan pembayaran harus dikelola dengan baik, termasuk pula dalam mengetahui risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi. Misalnya saja mengenai likuiditas, kredit yang tidak lancar, kejahatan, dan lain sebagainya. Tindakan pencegahan ini penting untuk menanggulangi kejadian tersebut dan meminimalisir kerugian.

2. Efisien

Kedua adalah mengenai efisiensi. Di sini, efisiensi lebih menekankan pada sistem pembayaran itu sendiri, di mana prinsip tersebut bisa digunakan dengan luas. Dengan begitu, biayanya bisa menjadi murah dan membantu meningkatkan perekonomian, baik dari skala mikro maupun makro, sehingga memberikan dampak positif dalam ekonomi masyarakat.

3. Kesetaraan akses

Prinsip yang ketiga dalam pembayaran adalah harus adanya kesetaraan akses. Dengan adanya kesetaraan akses, diharapkan tidak ada pihak yang memonopoli sebuah praktik pembayaran. Hal itu dikhawatirkan dapat menghambat proses pembayaran dalam jumlah besar dan hanya menguntungkan segelintir pihak saja.  

4. Perlindungan konsumen

Terakhir, prinsip pembayaran haruslah memperhatikan perlindungan konsumen, khususnya bagi penyelenggara pengedaran uang. Perlu juga dipastikan jumlah uang yang beredar agar tidak terjadi inflasi maupun deflasi. Cara ini pun dilakukan untuk menjaga daya jual maupun daya beli masyarakat.

Baca juga: Mudah untuk Pemula! Ini 4 Cara Menghitung Penyusutan pada Bisnis 


Jenis-Jenis Payment adalah Sebagai Berikut

e-commerce-adalah-002

Dalam praktiknya, sebuah transaksi keuangan terdiri dari dua jenis payment atau pembayaran, yakni pembayaran tunai dan nontunai. Perbedaan keduanya terletak pada cara dan prosesnya saja. Berikut penjelasan singkatnya yang perlu Anda tahu.

1. Payment tunai

Payment atau pembayaran secara tunai masih sering dilakukan dari dulu sampai sekarang. Uang yang digunakan adalah uang kartal, yakni berupa uang kertas maupun uang logam. Di sini, kedua belah pihak melakukan transaksi dengan bertemu langsung dan membayarkan sejumlah uang yang dimaksud secara tunai. Namun, cara ini dinilai kurang efisien di masa sekarang.

2. Nontunai payment adalah

Pembayaran nontunai atau biasa dikenal dengan istilah cashless semakin berkembang seiring perkembangan zaman dan teknologi. Beberapa contohnya yang paling sering digunakan masyarakat adalah transaksi melalui mesin ATM dan layanan mobile banking. Di samping itu juga bisa dilakukan dengan cara pembayaran melalui online payment dengan dompet digital dan platform lain yang menggunakan kode QR.

Baca juga: Promo Online Shop Menyambut Tahun Baru Imlek 


Ragam Bentuk Payment Dalam Bisnis 

Daftar-kode-bank-3

Selain digunakan dalam transaksi yang bersifat antarindividu, payment atau pembayaran sering pula digunakan dalam kegiatan bisnis atau usaha. Baik itu pembayaran dengan konsumen, karyawan, bahan baku, hingga pengembalian dana.

1. Transaksi dengan konsumen

Unit usaha atau bisnis hampir setiap saat melakukan transaksi dengan konsumen, baik itu secara tunai maupun non-tunai. Transaksi ini meliputi pembayaran dari pembelian dan penjualan barang, pembayaran utang, denda, dan lain sebagainya. 

2. Bayar gaji karyawan

Bisnis dengan skala menengah hingga besar pasti memiliki sejumlah karyawan untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Pembayaran karyawan ini meliputi gaji, bonus, dan lain sebagainya. Saat ini, pembayaran gaji karyawan dilakukan secara digital dan sudah jarang perusahaan memberikan gaji atau uang kepada karyawan dengan cara tunai. Hal itu dirasa lebih efisien dan aman.

3. Bayar tagihan dari vendor

Dalam kegiatan operasional sehari-hari, perusahaan tentu memiliki rekanan. Misalnya dalam penyediaan bahan baku, supplier, dan lain sebagainya. Pihak-pihak tersebut bisa juga disebut dengan vendor. Pembayaran tagihan vendor biasanya dilakukan dalam jumlah besar. Sebab, barang yang diperlukan juga tidaklah sedikit untuk kegiatan operasional dan proses produksi.

4. Pengembalian dana (refund)

Tak hanya ketiga pembayaran di atas, pembayaran lain yang juga kerap dilakukan kepada konsumen, rekanan, atau vendor adalah pengembalian dana atau refund. Hal ini dilakukan misalnya ketika terjadi ketidaksesuaian pesanan, termasuk pengembalian seperti garansi dan lainnya.

Itulah ulasan singkat tentang pembayaran. Di sini, hal yang paling penting dari payment adalah kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi. Untuk hal itu, terutama dalam bisnis, Anda bisa menggunakan layanan Payouts dari Midtrans. Platform ini memberikan kemudahan kepada pengguna dengan beragam fitur yang dapat dipilih. Semoga bermanfaat!

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail