Kami telah memperbarui Syarat & Kebijakan Privasi. Klik disini untuk meninjau!

Cek disini close
18 Dec

3 Cara Menghitung Persentase Kenaikan dalam Mengelola Bisnis

Yovita

by Yovita

view43406Views

Dalam mengelola keuangan bisnis dikenal istilah persentase kenaikan. Persentase kenaikan ini penting diketahui karena akan memudahkan Anda menganalisis perkembangan bisnis. Oleh karena itu, mempelajari cara menghitung persentase kenaikan yang tepat adalah sesuatu yang perlu Anda pahami. Memangnya, apa itu persentase kenaikan?


Memahami Konsep Persentase Kenaikan

Sebelum membahas lebih dalam mengenai persentase kenaikan dalam manajemen keuangan bisnis, Anda harus memahami konsep persentase terlebih dahulu. Persentase adalah rasio untuk menyatakan pecahan dari 100 yang disimbolkan dengan lambang persen (%). Jadi, 50% bisa diartikan sebagai 50 per 100 atau setengah dari keseluruhan.

Misalnya harga suatu barang adalah Rp10.000, kemudian ada potongan sebesar 25%. Artinya, potongan harganya adalah Rp2.500, sehingga harga barang menjadi Rp7.500. Lalu, bagaimana praktiknya dalam konsep persentase kenaikan?
Baca Juga: Cara Menghitung Persentase Keuntungan


Mengenal Definisi Persentase Kenaikan

Cara-Menghitung-Persentase-Kenaikan-(2)

Dalam manajemen keuangan, persentase kenaikan dapat berarti jumlah kenaikan suatu bilangan yang disederhanakan dalam bentuk persen. Beberapa jenis persentase kenaikan yang umum Anda temukan dalam memanajemen keuangan bisnis adalah persentase kenaikan hasil penjualan, persentase kenaikan suku bunga pinjaman, persentase kenaikan gaji, persentase kenaikan biaya produksi, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Apa Itu Laporan Arus Kas? Ini Arti dan Perannya bagi Bisnis!


Pentingnya Menghitung Persentase Kenaikan

Dengan menghitung persentase kenaikan, Anda akan mendapatkan beberapa manfaat. Pertama, tentu saja ini akan memudahkan Anda dalam menganalisis berbagai macam hal yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan bisnis Anda. Misalnya, persentase kenaikan ini bisa digunakan untuk mengetahui apakah usaha Anda mengalami kemajuan atau malah kemunduran. Jika persentase keuntungan bersih terus naik, artinya secara finansial bisnis Anda maju.

Selain itu, penggunaan persentase kenaikan juga bisa digunakan untuk menganalisis proyeksi keuntungan, biaya produksi, atau proyeksi-proyeksi lainnya. Jadi, Anda sebagai pelaku bisnis bisa mengambil langkah yang tepat untuk mengembangkan bisnis. Di samping itu, proyeksi kenaikan keuntungan juga bisa dijadikan alat untuk meyakinkan investor yang akan menanamkan modal pada bisnis Anda.

Baca juga: Apa Manfaat Laporan Keuangan bagi Investor?


Cara Menghitung Persentase Kenaikan

Melihat pentingnya persentase kenaikan dalam perkembangan suatu bisnis, maka penghitungannya pun tidak boleh sembarangan. Ada tiga cara menghitung persentase kenaikan yang bisa Anda lakukan.

1. Cara menghitung persentase kenaikan simpel

Cara pertama ini bisa Anda lakukan jika perhitungan yang diperlukan berbentuk simpel. Misalnya, Anda ingin menghitung persentase kenaikan harga produk dari kompetitor. Bulan ini, harga produk mereka adalah Rp15.000. Sedangkan bulan lalu, harganya berada di angka Rp12.000. Untuk menghitung persentase kenaikan harga, hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari selisih harga: 

Nilai Akhir - Nilai Awal = 15.000 - 12.000 = Rp3.000

Setelah diketahui selisihnya, ubah bentuk selisih tersebut menjadi persentase. Caranya, nilai selisih dibagi dengan angka awal, kemudian dikalikan 100%:

Persentase kenaikan = Nilai Selisih / Nilai Awal

Persentase kenaikan = 3.000 / 12.000

Persentase kenaikan = 0.25 x 100% = 25%

Jadi, jumlah persentase kenaikan harga produk dari kompetitor tersebut adalah 25%.

2. Cara menghitung persentase kenaikan secara manual

Agar lebih mudah saat proses penghitungan, Anda juga bisa menghafalkan rumus menghitung persentase kenaikan. Secara sederhana, rumus yang digunakan adalah berikut:

Persentase Kenaikan = ((Nilai Akhir-Nilai Awal)Nilai Awal) x 100%

Agar lebih mudah dipahami, Anda bisa memperhatikan studi kasus di bawah ini:

Pada Februari, omzet bisnis Anda berada di angka Rp30 juta. Lalu, pada bulan Maret, ternyata omzet Anda naik menjadi Rp35 Juta. Jadi, berapa persentase kenaikan omzet? Nilai ini bisa dicari dengan menggunakan rumus persentase kenaikan:

Persentase Kenaikan = ((Nilai Akhir-Nilai Awal)Nilai Awal) x 100%

Persentase Kenaikan = ((36.000.000-30.000.000)30.000.000) x 100%

Persentase Kenaikan = (6.000.00030.000.000) x 100%

Persentase Kenaikan = 0,2 x 100% = 20%

Dengan begitu, nilai persentase kenaikan omzet Anda dari bulan Februari ke Maret adalah 20%.

3. Cara menghitung persentase kenaikan menggunakan Excel

Jika Anda telah menulis laporan keuangan di excel seperti laporan cash flow atau laporan laba-rugi pada Microsoft Excel, maka cara menghitung persentase kenaikan jadi lebih mudah. Berikut adalah langkahnya:

  1. Tentukan nilai awal dan nilai akhir yang akan dihitung persentase kenaikannya;
  2. Masukkan rumus persentase kenaikan ke cell persentase kenaikan. Rumusnya adalah “=(cell Nilai Akhir - cell Nilai Awal) / cell Nilai Awal”. Misalnya, cell Nilai Akhir adalah C3, sedangkan Nilai Awal adalah B3, maka rumus yang harus dituliskan adalah “=(C3-B3)/B3” tanpa tanda kutip;
  3. Pada cell persentase kenaikan, pencet tombol ctrl+shift+%. Maka, angka akan berubah dalam bentuk persentase.

Baca juga: Apa Itu Cash Flow? Ini Arti, Jenis, dan Cara Mengaturnya


Jadi, mempelajari cara menghitung persentase kenaikan merupakan salah satu hal yang penting dalam pengelolaan keuangan bisnis. Dengan mengetahui persentase kenaikan, Anda bisa lebih mudah mengambil langkah selanjutnya untuk mengembangkan bisnis.

Jika Anda tertarik untuk mengembangkan pengelolaan keuangan bisnis Anda, terutama dalam hal transfer uang atau pembayaran lainnya, Midtrans adalah solusi yang tepat. Midtrans adalah penyedia layanan payment gateway yang lengkap dan tepercaya. Entah bisnis Anda berskala startup ataupun enterprise, Midtrans dapat memberikan pelayanan payment gateway terbaik bagi Anda. Untuk informasi lebih lengkap, silahkan kunjungi website Midtrans di sini!

payment-gateway-indonesia-(testimony)

 

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail