Baru dari Midtrans, Aktivasi Metode Pembayaran UOB EZ Pay Sekarang!

Lebih lanjut. close
14 Jul

Ini 6 Daftar Bank Terbesar di Indonesia dan Jenisnya

Yovita

by Yovita

view150Views

Dalam dunia keuangan, bank memiliki peran yang sangat penting. Tak hanya di Indonesia, kondisi ekonomi seluruh dunia pasti akan sangat bergantung dengan kehadiran bank. Bank merupakan lembaga yang mengatur keuangan banyak orang. Dari menyimpan hingga mengirimkan uang, bank dapat melakukan segala aktivitas finansial.

Per Desember 2021, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melaporkan bahwa setidaknya ada 107 bank umum di Indonesia. Jumlah ini tentu saja merupakan angka yang besar, namun nyatanya hanya ada beberapa bank yang masuk kategori bank terbesar di Indonesia. Apa saja bank yang masuk dalam kategori tersebut? Simak artikel ini untuk mendapatkan penjelasan lengkap tentang bank terbesar di tanah air!

Baca juga: Cara Setor Tunai Mandiri Tanpa Antre di Bank | Midtrans 


Pengertian dan Fungsi Bank 

Bank-Terbesar-di-Indonesia-5

Bank merupakan badan usaha yang berorientasi pada aktivitas keuangan. Badan usaha ini akan mengumpulkan uang yang disetorkan oleh nasabah dalam bentuk tabungan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 10/1998 tentang Perbankan, bank berdiri dengan tujuan utama meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Pihak bank akan mengatur keuangan ketika Anda membuka rekening di bank yang Anda tuju. Ketika Anda membuka rekening baru, Anda akan mendapatkan sebuah kartu untuk melakukan transaksi keuangan seperti pengiriman dana ke rekening bank lain atau pembayaran dengan uang di dalam rekening Anda. Berkat kemajuan teknologi, Anda bisa menarik dana atau membayar barang yang Anda beli hanya dengan kartu ATM. 

Pernahkah Anda memperhatikan kartu ATM Anda? Di sana akan terdapat 16 digit angka yang disebut nomor ATM. Nomor ini terletak pada bagian depan kartu debit ATM yang Anda terima. Selain itu, di sana juga tertera informasi seperti masa berlaku kartu dan juga identitas Anda. 

Nomor kartu ATM ini tentunya bukan tanpa fungsi. Kehadiran nomor ATM di bagian depan kartu menjadi alat pencatatan serta validasi transaksi. Misalnya, Anda melakukan tarik tunai, pembayaran atau transfer uang. Nah, fungsi nomor kartu ATM adalah sebagai penunjuk identitas kartu Anda.

Ke-16 digit angka akan menjelaskan apakah kartu tersebut menggunakan jaringan Visa atau Mastercard, bank manakah yang menerbitkan kartu tersebut, dan juga siapakah pemilik kartu. Untuk itulah, Anda harus sebisa mungkin merahasiakan nomor kartu ATM Anda.

Bank-Terbesar-di-Indonesia-2

Sedangkan jika berbicara tentang fungsi, bank memiliki banyak fungsi yang tak hanya sekedar melakukan pengumpulan uang. Fungsi bank pun dibagi menjadi dua, yakni fungsi umum dan khusus. Bila berbicara tentang fungsi umum dari bank, tentu saja kita dapat menyimpulkan bahwa bank adalah penghimpun dana yang disetorkan oleh nasabah. Dana ini kemudian disimpan dalam bentuk tabungan, deposito, dan produk perbankan lainnya.

Fungsi umum bank juga mencakup penyaluran dana serta pengawas aliran keuangan. Artinya, bank bisa memberikan pinjaman bagi nasabah yang membutuhkan dana untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, kredit untuk membuka usaha atau cicilan KPR. Selain itu, bank juga bisa menjadi pengawas aliran keuangan seperti transfer uang, penggunaan kartu kredit dan yang lainnya.

Sedangkan secara khusus, bank memiliki fungsi sebagai agen kepercayaan, layanan, dan pengembangan. Apa maksudnya? Artinya, bank harus bisa berdiri berdasarkan nilai kepercayaan masyarakat. Jika masyarakat percaya pada bank, maka semua orang tidak akan ragu untuk menitipkan atau meminjam dana.

Bank juga harus menjadi pemberi jasa keuangan dan agen pengembangan yang tepercaya. Artinya, bank bisa mengajak masyarakat melakukan aktivitas keuangan yang lebih dari sekadar simpan dan pinjam, misalnya seperti melakukan investasi. Dengan kehadiran bank, masyarakat diharapkan bisa mengikuti perkembangan perekonomian.

Baca juga: Pengertian dan Contoh User ID BRI, Cari Tahu di Sini! | Midtrans 


Peran Bank secara Umum

Bank-Terbesar-di-Indonesia-3

Setelah berbicara tentang fungsi bank, baik secara umum dan khusus, Anda juga perlu mengetahui bahwa bank memiliki peran tertentu. Peran dan fungsi mungkin terdengar mirip, namun pada kenyataannya ketika diaplikasikan, kedua kata ini memiliki makna yang berbeda. Karena itulah, Anda juga patut memahami apa saja peran yang dijalankan bank dalam sektor keuangan.

Secara umum, bank mempunyai beberapa peranan yang penting dan harus Anda ketahui. Apa sajakah itu?

1. Transaksi 

Salah satu peran umum bank adalah sebagai transaksi. Bank bisa memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melakukan transaksi dan sebagai penyedia sistem pembayaran. Transaksi yang dilakukan dalam lingkup dunia perbankan pun bermacam-macam. Misalnya dengan menabung, membuka deposito, berinvestasi saham, dan juga giro.

2. Pengalihan aset

Peran yang kedua adalah sebagai pengalihan aset. Maksudnya adalah bank bisa mengalihkan dana ataupun aset dari satu unit surplus ke unit defisit. Dalam hal ini, sumber dana yang didapatkan berasal dari pemilik dana yang disebut unit surplus atau lender. Dana ini akan dipinjamkan dalam beberapa jangka waktu tertentu sesuai yang sudah ditentukan oleh pemilik dana.

3. Likuiditas

Peran bank yang berikutnya berkaitan dengan likuiditas. Unit surplus bisa menempatkan dana yang ia miliki dalam bentuk produk perbankan yang tersedia. Misalnya dalam bentuk giro, deposito, atau tabungan. Sebagai pemilik dana, Anda akan memiliki kuasa penuh untuk menentukan produk perbankan apa yang ingin Anda gunakan. Tentunya setelah menyesuaikan kebutuhan serta kepentingan keuangan Anda.

Selain ketiga peran di atas, bank juga berperan penting sebagai broker atau perantara. Bank bisa membantu menemukan peminjam dan pemilik modal. Dalam kasus ini, bank bisa bekerja untuk memperlancar pertemuan kedua pihak yang saling membutuhkan satu sama lain.


Jenis Bank di Indonesia

Bank-Terbesar-di-Indonesia-4

Apakah Anda sudah tahu kalau ternyata ada berbagai macam jenis bank di Indonesia? Mungkin Anda sudah mengenal Bank BCA atau Bank Mandiri sebagai contoh bank terbesar di Indonesia. Namun, apakah Anda tahu termasuk ke dalam jenis apakah kedua bank tersebut?

Dalam bagian ini, mari membahas tentang jenis-jenis bank yang ternyata sangat beragam di Indonesia. Apa saja itu? Simak di sini!

1. Bank sentral

Jenis bank yang pertama adalah bank sentral. Mungkin Anda sudah tak asing lagi dengan jenis bank yang satu ini, apalagi jika Anda pemerhati dunia perekonomian. 

Bank sentral adalah sebuah instansi yang memiliki tanggung jawab membuat kebijakan keuangan untuk suatu negara. Dengan begitu, tugas yang diemban bank sentral jelas lebih besar daripada bank pada umumnya, bahkan tidak sama. Bank sentral harus bisa menjaga stabilitas harga atau nilai mata uang sebuah negara, misalnya Rupiah.

Selain itu, bank sentral juga memiliki kekuatan untuk mengendalikan inflasi dengan menerapkan kebijakan yang tepat dan terperinci. Dengan begitu, suatu negara tidak mudah terserang krisis ekonomi karena mampu menjaga inflasi pada nilai yang rendah. Kemampuan bank sentral mengendalikan nilai inflasi akan sangat berpengaruh pada kesehatan keuangan negara secara umum.

Bank sentral juga memiliki tugas untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Mengapa jumlah uang beredar perlu dikendalikan? Ini karena besar atau kecilnya jumlah uang beredar akan sangat memengaruhi tingkat daya beli masyarakat. Maka dari itu, bank sentral perlu memastikan kelancaran sistem keuangan di sebuah negara, termasuk sistem pembayaran tunai maupun nontunai.

Berikutnya, bank sentral pun memiliki tugas yang tak kalah penting, yaitu mengawasi serta mengatur sektor perbankan guna membatasi terjadinya risiko krisis sistemik. Maka, bisa disimpulkan bahwa bank sentral adalah jenis bank yang derajatnya lebih tinggi dibandingkan bank umum yang Anda ketahui. Di Indonesia, satu-satunya bank sentral yang menjalankan berbagai tugas tersebut adalah Bank Indonesia.

2. Bank pemerintah

Jenis bank yang kedua adalah bank milik pemerintah. Sesuai dengan namanya, bank ini mendapatkan modal dari pemerintah. Bahkan akta kepemilikan badan usaha ini pun atas nama pemerintah. Dengan begitu, setiap laba yang didapatkan akan masuk kas negara.

Bank ini terbagi menjadi dua macam, yaitu milik negara dan milik pemerintah daerah. Anda pasti sudah tak asing lagi dengan bank pemerintah daerah karena pada dasarnya, setiap daerah di Indonesia memiliki banknya masing-masing. Contohnya BJB yang dimiliki pemerintah provinsi Jawa Barat dan Banten, Bank BPD DIY, Bank Kalsel, dan masih banyak lagi. Sedangkan, contoh bank negara adalah BNI dan BTN.

3. Bank swasta

Bila tadi kita sudah membahas bank milik pemerintah, maka jenis berikutnya adalah bank yang dimiliki oleh perusahaan swasta. Dengan begitu, seluruh keuntungan dan modal membuka badan usaha ini dipegang oleh lembaga swasta. Namun, tentu saja bank swasta ini didirikan oleh mereka yang berkewarganegaraan negara tersebut. Contoh bank swasta di Indonesia adalah BCA dan Bank Danamon.

4. Bank asing

Jenis bank berikutnya adalah bank asing. Kepemilikan bank ini dipegang oleh pihak asing atau perusahaan dari luar negeri. Di Indonesia, bank jenis ini merupakan cabang dari bank yang sudah ada di luar negeri terlebih dahulu. Beberapa contohnya adalah Bank of Tokyo, Citibank, Standard Chartered Bank, dan masih banyak lagi. 

5. Bank umum

Jenis bank yang kelima adalah bank umum. Seperti namanya, bank ini cukup umum di kalangan masyarakat. Bank jenis ini melakukan aktivitas keuangan konvensional atau sesuai prinsip syariah. Fungsi utama dari bank ini adalah mengumpulkan dana dari masyarakat. Dana yang terkumpulkan bisa disimpan dalam bentuk tabungan yang nantinya bisa dipakai oleh masyarakat sesuai kebutuhan.

Bank umum pun terbagi menjadi dua berdasarkan statusnya, yakni bank devisa dan non-devisa. Badan usaha yang disebut bank devisa mendapatkan persetujuan dari bank sentral untuk melakukan aktivitas yang menggunakan valuta asing. Jika Anda memiliki rekening di bank berstatus bank devisa, maka Anda bisa melakukan transfer dana ke luar negeri dengan mudah. Selain itu, Anda juga bisa melakukan transaksi ekspor dan impor serta aktivitas jual beli valuta asing.

6. Bank Perkreditan Rakyat

Bank perkreditan rakyat, atau yang disingkat dengan BPR, adalah bank yang biasanya hanya menerima simpanan dalam wujud tabungan atau deposito berjangka. Idealnya, Anda akan menemukan bank jenis ini di kota kecil di mana masyarakat membutuhkan perkreditan. 

BPR biasanya berwujud bank desa, kredit usaha rakyat kecil, lembaga perkreditan kecamatan, dan lainnya. Tentunya hal ini sudah diatur dalam Undang-Undang Perbankan di mana tujuan utama BPR adalah melayani rakyat kecil yang berada di pelosok Indonesia sehingga sulit mendapat akses layanan keuangan.

7. Bank campuran

Selanjutnya adalah bank campuran. Jenis bank ini biasanya dimiliki oleh pihak asing dan  dalam negeri. Artinya, kepemilikan bank ini dibagi dua dengan perusahaan asing dan perusahaan swasta di Indonesia. Contoh dari bank jenis ini adalah Bank Woori Indonesia.

8. Bank syariah 

Jenis bank yang terakhir adalah bank syariah. Sebenarnya, bank ini masuk dalam lingkup jenis bank umum karena cara kerja bank syariah tak jauh berbeda dari bank lainnya. Namun, bank ini menggunakan konsep yang berbeda dari konsep bank konvensional. Hal ini dilakukan karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim.

Bank syariah adalah badan usaha yang menawarkan segala produk perbankan yang sudah disesuaikan dengan prinsip syariah. Badan usaha ini harus patuh terhadap Undang-Undang Nomor 21/2008 tentang Perbankan Syariah. Adapun prinsip syariah mencakup prinsip keadilan, kemaslahatan, dan universal. Bank syariah tidak boleh mengandung objek yang haram sesuai aturan yang dikeluarkan dalam fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Meskipun kini banyak bank syariah di Indonesia, pada kenyataannya masih banyak orang yang lebih memilih bank umum dan bank swasta. Memiliki bank yang berbeda dengan orang lain akan memberi dampak pada saat melakukan pengiriman uang, misalnya. Maksudnya, ketika Anda memiliki rekening BCA dan harus mengirimkan dana ke rekan bisnis Anda yang memiliki rekening BCA Syariah, maka Anda memerlukan kode bank. 

Kode bank syariah Indonesia ada berbagai macam menyesuaikan bank masing-masing. Namun, dari sekian banyak bank syariah yang ada di Indonesia, Bank Syariah Indonesia adalah bank yang cukup unik. Pasalnya, Bank Syariah Indonesia merupakan gabungan dari tiga bank syariah sekaligus, yakni Bank Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah. 

Sejak 2021, ketiga bank tersebut melakukan merger dan bernaung dalam satu kode saja. Kode Bank Syariah Indonesia yang digunakan saat ini merupakan kode bank Mandiri Syariah, yakni 451.

Baca juga: Daftar Kode Transfer Antar Bank Lengkap, Cek di Sini! | Midtrans 


6 Bank Terbesar di Indonesia

bank-terbesar-di-indonesia-6-(1)

Berbicara tentang bank, maka kita tak bisa pernah lepas dari bank besar yang populer di kalangan masyarakat. Berikut ini keenam bank terbesar di Indonesia.

1. BRI

Bank terbesar di Indonesia yang pertama adalah BRI atau Bank Rakyat Indonesia. Bank ini memiliki aset sebesar Rp1.527 triliun per Februari 2022. Nilai pertumbuhannya terus meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. BRI pun memberikan kesempatan bagi Anda yang tertarik untuk membeli saham perusahaan.

Cara beli saham BRI pun tak sulit, Anda bisa membelinya melalui aplikasi trading dan mencari saham BBRI. Kemudian, lanjutkan dengan membelinya sesuai harga yang Anda inginkan. Namun, bila Anda tidak memiliki aplikasi trading, Anda juga bisa langsung mendatangi kantor cabang terdekat untuk melakukan pembelian saham BRI.

2. BCA

Berikutnya adalah Bank Central Asia yang memiliki aset sebesar Rp1.221 triliun per Februari 2022. Badan usaha ini merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia yang sudah dikenal masyarakat luas. Mereka mendapatkan nilai 15 persen untuk pertumbuhan aset dari tahun sebelumnya.

3. Mandiri

Bank terbesar di Indonesia berikutnya dipegang kembali oleh bank BUMN, yakni Bank Mandiri. Aset mereka mencapai Rp1.350 triliun per Februari 2022. Pertumbuhan aset bank ini pun mencapai angka 10 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.

4. BNI

Di posisi keempat, Bank Negara Indonesia mengambil alih. Pertumbuhan mereka tercatat mencapai 13 persen dari tahun 2021 dengan aset berjumlah Rp904,96 triliun pada Februari 2022 lalu.

5. BTN

Bank terbesar di Indonesia yang kelima adalah BTN yang dimiliki negara. Badan usaha ini memiliki aset sejumlah Rp363,39 triliun meski mengalami penurunan persentase year-on-year dari tahun sebelumnya.

6. CIMB Niaga

Terakhir, ada CIMB Niaga yang memiliki aset sebesar Rp307,59 triliun dengan kenaikan 13 persen year-on-year  dari tahun 2021. CIMB Niaga sendiri adalah bank yang sudah berdiri sejak 1955 dengan nama asli Bank Niaga.


Bank terbesar di Indonesia artinya merupakan badan usaha yang memiliki nasabah banyak. Jadi, jangan terkejut bila banyak pelanggan Anda yang mungkin akan melakukan transaksi pembelian melalui bank-bank besar tersebut. Untuk memfasilitasinya, pastikan Anda menyediakan metode pembayaran dari bank-bank tersebut. 

Tenang saja, Anda bisa menggunakan sistem payment gateway Midtrans untuk mempermudah penerimaan dana, baik online maupun offline, dari pelanggan. Midtrans dirancang fleksibel dengan sistem keamanan yang terjamin dan juga unggul. Anda bisa memilih integrasi yang cocok sesuai kebutuhan bisnis Anda. Pakai Midtrans sekarang juga untuk kelancaran transaksi bisnis Anda!

e-payment

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail