Nikmati biaya transaksi hingga 0% untuk organisasi non-profit tanpa batas waktu melalui program Melangkah Bersama

Pelajari lebih lanjut close
17 Feb

7 Sistem Pembayaran Favorit di Indonesia

Admin

by Admin

view928Views

Meski sudah sering digunakan dalam bertransaksi, masih banyak orang yang mempertanyakan pengertian sistem pembayaran. Menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia (BI), sistem pembayaran merupakan sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga, dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi.

Singkatnya, sistem pembayaran adalah sistem pemindahan sejumlah uang dari satu pihak ke pihak lain, baik oleh perorangan maupun badan usaha, sesuai aturan yang berlaku.

Secara umum, sistem pembayaran terdiri atas dua jenis, yaitu sistem pembayaran tunai dan nontunai. Jika sistem pembayaran tunai menggunakan instrumen uang kartal (baik kertas maupun logam) sebagai alat pembayaran, maka instrumen yang digunakan dalam sistem pembayaran nontunai mencakup alat pembayaran menggunakan kartu (APMK), cek, bilyet giro, nota debit, dan uang elektronik (card based dan server based).

Sementara itu, cakupan sistem pembayaran nontunai dikelompokkan menjadi 2 jenis transaksi, yaitu transaksi nilai besar (wholesale) dan transaksi ritel. 

Seiring berkembangnya zaman, kemajuan teknologi menuntut masyarakat untuk dapat berinovasi. Salah satunya dalam menyediakan berbagai metode atau sistem pembayaran. Berikut ini adalah 7 sistem pembayaran yang paling sering digunakan di Indonesia.
 

7 Sistem Pembayaran Favorit di Indonesia

 
  1. Transfer Bank

    Pada Maret–April 2020, perusahaan fintech Rapyd melakukan survei terhadap 3.500 responden dari 7 negara dan menemukan bahwa 44,4 persen responden dari Indonesia lebih memilih menggunakan sistem pembayaran transfer bank untuk bertransaksi. Selain mudah digunakan, metode ini juga menjadi pilihan banyak orang karena menyediakan alternatif transaksi yang beragam, mulai dari transfer langsung dari mesin ATM sampai menggunakan fasilitas SMS, mobile, atau internet banking.

  2. Dompet Digital

    Masih dalam penelitian yang sama, survei Rapyd juga menemukan bahwa 33,8 persen responden Indonesia lebih mengutamakan penggunaan dompet digital dalam kegiatan transaksi sehari-hari. Berdasarkan survei IPSOS Marketing Summit Indonesia 2019, 26 persen responden setuju bahwa penggunaan dompet digital lebih praktis, aman, dan nyaman; 25 persen menyatakan puas dan senang memiliki akun dompet digital; sedangkan 19 persen mendapat manfaat terbaik dari dompet digital dengan adanya bukti pembayaran dari setiap transaksi.

  3. Cash on Delivery (COD)

    Meski pembayaran nontunai sudah semakin sering digunakan, masih banyak orang yang memilih sistem pembayaran tunai dengan metode cash on delivery (COD). Data BI 2017 menyebutkan bahwa 13,49 persen transaksi e-commerce menggunakan metode pembayaran COD. Rata-rata orang menggunakan sistem pembayaran ini untuk menjamin keamanan bertransaksi, baik dalam hal pembayaran maupun pemenuhan kualitas produk.

  4. Kartu Kredit

    Dalam lima tahun terakhir, nilai transaksi kartu kredit di Indonesia terus meningkat. Sepanjang 2019, terdapat 349,2 juta transaksi dengan kartu kredit senilai Rp342,7 triliun. Selain praktis dan dapat digunakan untuk transaksi nilai besar, kartu kredit juga sering kali dipilih dengan alasan penggunanya bisa memanfaatkan program cicilan 0 persen atau promo eksklusif lainnya yang ditawarkan kepada pemegang kartu kredit.

  5. Pembayaran Melalui Gerai Ritel

    Sistem pembayaran ini biasanya digunakan oleh para pelanggan yang kesulitan menemukan ATM atau tidak memiliki kartu debit maupun kredit. Berdasarkan catatan BI pada 2020, masih ada 91,3 juta masyarakat Indonesia yang belum mengakses layanan finansial atau perbankan (unbanked) sehingga kegiatan bertransaksi masih dilakukan dengan sistem pembayaran konvensional. Oleh karena itu, sistem pembayaran melalui gerai ritel masih sangat populer digunakan.

  6. Rekening Bersama

    Sistem pembayaran yang satu ini mulai sering digunakan, terutama di online marketplace. Dengan menggunakan rekening bersama, dana yang dibayarkan pembeli akan ditahan oleh pihak ketiga dan diteruskan kepada penjual setelah proses transaksi benar-benar selesai, yaitu sampai pembeli menerima produk yang dipesan. Rata-rata orang menggunakan rekening bersama untuk sama-sama melindungi penjual dan pembeli agar terhindar dari transaksi palsu atau potensi kerugian lainnya.

  7. Kartu Debit

    Meski mengalami penurunan volume transaksi dari 12,54 persen pada 2018 menjadi 9,67 persen pada 2019, penggunaan kartu debit atau ATM masih cukup populer dalam industri keuangan. Hal ini disebabkan oleh metode pembayaran dengan menggunakan uang elektronik berbasis server sering kali memiliki limit dalam transaksi sehingga pembayaran menggunakan kartu debit masih diandalkan untuk transaksi dalam jumlah besar. Selain itu, pemilik kartu juga cukup memasukkan kode tertentu untuk melakukan pembayaran saat bertransaksi.

Mengingat banyaknya metode pembayaran yang ada, pemilik bisnis seperti Anda tentu perlu menyesuaikan sistem pembayaran untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan. Tanpa harus membuka banyak akun rekening bank, kartu kredit, atau e-wallet, Anda bisa menyediakan metode pembayaran yang sesuai dengan preferensi pelanggan melalui layanan payment gateway Midtrans.

Midtrans adalah salah satu payment gateway di Indonesia yang berkomitmen untuk memfasilitasi kebutuhan para pebisnis online dalam bertransaksi dengan menyediakan berbagai macam sistem pembayaran. Dengan 24 metode pembayaran online dan offline yang tersedia di Midtrans, Anda bisa menerima pembayaran dengan mudah, cepat, dan aman. Daftar Midtrans sekarang di sini

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail