Are you ready to be the next big thing? Connect with 20+ prominent investors to scale up your business

Join Midtrans NEXT Lvl close
13 Feb

Apa itu Margin? Ini Info Lengkap dan Cara Mudah Menghitungnya

Yovita

by Yovita

view2609Views

Setiap pengusaha harus mempelajari apa itu margin. Mengetahui cara menghitung margin dapat meningkatkan efisiensi dan profitabilitas bisnis Anda. 

Terlepas dari situasi bisnis Anda, menghitung margin yang tepat akan berdampak langsung pada keputusan keuangan bisnis saat ini dan di masa depan. Berikut pembahasan mengenai apa itu margin dalam bisnis dan cara menghitungnya.

Apa itu Margin?
Apa-itu-margin-2

 

Istilah margin cukup familiar dalam dunia bisnis karena merupakan persentase keuntungan dari produk atau jasa yang dijual oleh bisnis. Anda dapat menghitung margin dalam bisnis lewat pembagian keuntungan dengan modal, lalu dibagi 10%. 

 

Secara sederhana, margin juga berarti keuntungan bisnis atau selisih antara harga jual produk dengan modal yang dikeluarkan untuk memproduksi produk tersebut.

Margin Berbeda dari Omzet dan Profit

 

Apa itu margin berbeda dengan omzet dan profit? Margin adalah istilah yang digunakan untuk menyebut persentase keuntungan antara profit dengan omzet dalam bisnis, sedangkan omzet dihitung dengan menjumlahkan semua pendapatan. 

 

Margin juga berbeda dari profit yang merupakan pendapatan dari hasil penjualan produk dalam kurun waktu tertentu, yang sudah dikurangi biaya lain-lain atau disebut juga pendapatan bersih.

Baca juga: Niche Market adalah: Pengertian, Manfaat, dan Cara Memenanginya 

Pentingnya Menghitung Margin Sebuah BisnisApa-itu-margin-1

 

Apa itu pentingnya margin dalam bisnis? Dalam menjalankan bisnis, menghitung margin sangat penting karena bisa mendatangkan sejumlah manfaat berikut ini:

 

1. Untuk mengetahui persentase keuntungan

Setelah mengetahui apa itu margin, kini Anda tahu bahwa margin dihitung untuk mengetahui persentase keuntungan bisnis. Dengan mengetahui persentase keuntungan bisnis, Anda dapat menentukan berhasil atau tidaknya bisnis dalam meraih target yang sudah ditetapkan. 

Margin yang besar berarti bisnis mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar pula. Lewat besarnya margin, bisnis akan menjadi lebih termotivasi dalam bekerja lebih giat lagi. Apabila margin bernilai minus, itu artinya bisnis Anda perlu melakukan perubahan dan penyesuaian.

2. Mengetahui pertumbuhan perusahaan

Ada banyak tanda bisnis Anda mulai bertumbuh, salah satunya adalah margin yang besar. Margin keuntungan yang baik sangat bervariasi menurut industri. Namun, sebagai aturan umum, margin laba bersih 10% dianggap rata-rata, margin 20% dianggap tinggi, dan margin 5% dinilai rendah.

Dengan menghitung margin, Anda dapat mengetahui pertumbuhan bisnis. Jika perusahaan menunjukkan pertumbuhan positif, salah satunya melalui margin yang baik, maka Anda dapat mempertimbangkan ekspansi bisnis. Anda bisa menentukan pertumbuhan perusahaan dengan membandingkan persentase keuntungan yang diraih saat ini dari periode sebelumnya. 

3. Menarik investor

Laporan keuangan perusahaan menggambarkan bagaimana Anda menjalankan bisnis. Secara khusus, investor peduli dengan arus kas usaha, kewajiban utang, dan ekuitas bisnis. Margin yang baik tentu saja berpengaruh terhadap laporan keuangan perusahaan yang menjanjikan dan menarik bagi investor.

Investor biasanya hanya bersedia memberikan dana pada perusahaan potensial yang meraih keuntungan konsisten. Pastinya mereka akan melirik perusahan yang memiliki margin positif sebagai bukti bahwa perusahaan mengalami pertumbuhan yang sesuai dengan ekspektasi investor. 

4. Menilai kinerja perusahaan

Apa itu fungsi lainnya margin? Margin  juga bisa digunakan untuk menilai kinerja perusahaan. Jika margin rendah, itu bisa menjadi pertanda bahwa bisnis Anda perlu melakukan perbaikan. Sedangkan bila margin tinggi, perusahaan bisa lebih termotivasi untuk mempertahankan posisinya atau lebih berusaha meningkatkan hasil margin yang sudah diraih.

Baca juga: Kliring Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Kerjanya 

Cara Menghitung Margin

 

Setelah mengetahui apa itu margin dan manfaatnya, penting pula bagi Anda untuk mempelajari cara menghitung margin. Berdasarkan jenisnya, cara menghitung margin dibagi menjadi tiga, yaitu:

 

1. Margin laba kotor

Jenis margin ini dihitung dengan rumus total pendapatan dikurangi harga pokok penjualan (HPP), kemudian dibagi total pendapatan dan dikali 10%. Perhitungan hasil persentase margin laba kotor ini sederhana karena tidak melibatkan utilitas dan biaya lainnya. Bisnis melakukan perhitungan ini untuk mengetahui daftar produk yang menghasilkan keuntungan atau tidak.

2. Margin laba bersih

Bisnis perlu menghitung margin laba bersih untuk mengetahui keuntungan bisnis selama waktu tertentu. Rumusnya adalah total pendapatan dikurangi HPP, dikurangi biaya operasional, dikurangi biaya pajak, dan dikurangi biaya lain-lain. Kemudian, hasil tersebut dibagi total pendapatan dan dikali 10%. Margin ini dihitung dengan pengurangan biaya utilitas lainnya seperti pajak, sewa, investasi, dan sebagainya.

3. Margin laba operasional

Tujuan perhitungan margin laba operasional adalah mengetahui keuntungan perusahaan dari hasil pendapatan dengan biaya operasional yang mencakup semua total penjualan, utilitas, administrasi, dan lain-lain. Rumusnya adalah total pendapatan dibagi pendapatan operasional, kemudian dikali 100%. Margin laba operasional ini tidak termasuk pajak, utang, dan biaya lain di luar operasional.

Mengetahui apa itu margin membuat Anda mengetahui besaran keuntungan yang diperoleh perusahaan. Agar perusahaan makin untung, Anda bisa menetapkan tarif MDR (Merchant Discount Rate). Apa itu MDR? MDR adalah tarif potongan yang dibebankan ke pengusaha dari pihak bank dalam setiap penggunaan kartu debit dan kredit untuk transaksi elektronik.

Agar bisnis Anda bisa menerima banyak metode pembayaran tanpa repot membuat rekening banyak bank, gunakan payment gateway Midtrans, cara mudah mengelola semua proses pembayaran sehingga Anda dapat fokus mengembangkan bisnis!

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail