Kami telah melakukan sedikit penyesuaian pada Pemberitahuan Privasi yang akan berlaku efektif pada tanggal 30 Mei 2024. Klik disini untuk meninjau!

Cek disini close
01 May

Kupas Tuntas Positioning Produk untuk Bisnis

midtrans

by midtrans

view218Views

positioning-produk
Promosi produk adalah hal yang sangat penting dalam bisnis. Salah satu indikator yang menandakan keberhasilan promosi sebuah usaha dilihat dari seberapa dikenal produk tersebut di kalangan masyarakat. Untuk mencapai ke sana, pelaku usaha perlu melakukan cara-cara khusus yang disebut positioning produk. Apakah itu? Simak penjelasan di bawah karena kami akan mengulas tuntas tentang pengertian, elemen, strategi, cara mengembangkan, dan contoh product positioning yang berhasil.

Apa Itu Positioning Produk?

Positioning produk merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk membuat barang atau jasa mereka punya tempat spesial atau diingat oleh konsumen. Ini bukanlah kegiatan yang berfokus pada pengembangan produk, melainkan lebih pada cara perusahaan menjual atau mempromosikan produknya di hadapan konsumen.

Baca juga: Apa Segmenting, Targeting, Positioning (STP) Bisnis Anda?

Elemen Positioning Produk

Supaya positioning produk sebuah bisnis disebut berhasil, ada empat elemen yang perlu dipertimbangkan. Pertama, perusahaan mesti tahu tujuan yang akan dicapai. Kedua, bisnis juga mesti tahu bagaimana persaingan pasar di industri sejenis. Ketiga, pahami juga apa yang menjadi kebutuhan konsumen. Terakhir, tentukan brand identity atau citra perusahaan yang ingin dibangun.

Strategi Positioning Produk

Melakukan product positioning itu sebenarnya bisa dilakukan dengan berbagai strategi. Berikut adalah beberapa contoh yang bisa Anda terapkan dalam bisnis Anda.

  1. Positioning berdasarkan kualitas – Strategi positioning yang satu ini membuat perusahaan memposisikan dirinya sebagai brand yang lebih baik daripada kompetitor, contohnya Apple;
  2. Positioning berdasarkan harga – Strategi positioning berdasarkan harga akan mempromosikan produk yang lebih terjangkau daripada pesaing, contohnya Ikea;
  3. Positioning berdasarkan keunikan produk – Tesla merupakan salah satu perusahaan yang menggunakan strategi ini karena menganggap produknya unik dibandingkan dengan yang lain;
  4. Positioning berdasarkan kegunaan – Memposisikan bisnis sebagai penyedia solusi bagi kebutuhan masyarakat, misalnya travel agent atau Gojek;
  5. Positioning berdasarkan segmen pasar – Perusahaan yang menggunakan strategi ini akan memposisikan diri dan produk yang dijualnya hanya untuk beberapa kalangan, contohnya Lego.

Baca juga: 5 Strategi Brand untuk Memposisikan Bisnis Anda diatas Kompetitor

Cara Mengembangkan Positioning Produk

Setelah tahu beberapa strateginya, sekarang mantapkan cara membuat positioning produk dengan melihat ketiga step di bawah ini!

1. Pahami produk dan kebutuhan konsumen

Saat mengembangkan bisnis, perusahaan perlu memperhatikan kualitas produk atau jasa yang ditawarkan, serta melihat bagaimana kebutuhan target pembeli. Ketika target market-nya adalah para first jobber, Anda tentu tidak bisa memberikan harga yang terlalu mahal. Namun, tetaplah berusaha untuk memberikan kualitas produk terbaik dengan harga tersebut.

2. Berikan nilai tambahan bagi konsumen

Bisnis yang Anda bangun mungkin bukan pelopor di industri tertentu sehingga sudah ada banyak perusahaan lain yang lebih dulu beroperasi dan berhasil menggaet pelanggan. Nah, ketika Anda ingin memasarkan produk, usahakan supaya produk yang Anda jual punya nilai lebih atau nilai tambah sehingga mampu memikat perhatian konsumen.

3. Libatkan pelanggan dalam produksi dan marketing

Melibatkan pelanggan dalam penyusunan strategi marketing dan produksi juga bisa meningkatkan image bisnis Anda di hadapan mereka. Contohnya, Anda bisa mengajak konsumen memilih desain kemasan atau konsep produk yang paling mereka sukai melalui polling di media sosial.

Baca juga: Cara Menciptakan Premium Brand Positioning untuk Produk Anda

Contoh Positioning Produk yang Sukses

Setiap bisnis pasti melakukan positioning produk. Beberapa contoh yang sukses misalnya seperti Secondate. Sebagai brand makeup, mereka berhasil menggunakan platform online-nya dengan sebaik mungkin, mulai dari proses edukasi sampai berjualan kepada para perempuan muda yang melek isu sosial. 

Secondate mengoptimalkan media sosialnya dengan upload konten setiap hari yang isinya edukasi produk, beauty, event, berbagi kisah pengguna, atau review produk mereka. Sementara itu, website-nya diisi dengan penjelasan yang lebih lengkap seputar perusahaan dan mereka juga menjual produknya di beberapa e-commerce sekaligus.

Tak hanya mengoptimalkan promosi di e-commerce dan media sosial, Secondate sebagai growing business atau bisnis yang sedang berkembang juga menggunakan teknologi untuk mengelola pembayaran dengan mudah. Terutama, untuk metode yang menjadi favorit para generasi muda.

Mereka mengintegrasikan payment gateway Midtrans di website resmi mereka untuk menerima dan memproses 24 metode pembayaran, mulai dari transfer bank hingga kartu kredit. Selain itu, mereka juga menggunakan dashboard Midtrans untuk mempelajari customer insight dan mendeteksi anomali transaksi.

Positioning produk merupakan proses yang penting dalam bisnis, dan menyediakan sistem pembayaran yang memudahkan pelanggan juga akan membantu meningkatkan penjualan Anda. Salah satu rekomendasinya adalah payment gateway Midtrans yang mendukung banyak metode pembayaran dan bisa diintegrasikan di mana saja. Mari, kembangkan bisnis Anda lebih cepat dengan Midtrans!
midtrans_UTM-Banner

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail