Dapatkan panduan legalitas usaha di e-Book, “Buku Pintar Legalitas: Usaha Legal, Tersertifikasi, dan Aman”.

Download GRATIS sekarang! close
13 Dec

E-Business Adalah: Definisi, Jenis, dan Perbedaannya dengan E-Commerce

Yovita

by Yovita

view8718Views

Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi membawa dampak bagi masyarakat, termasuk dalam dunia bisnis. Dari sini, kemudian muncul adanya konsep dan strategi e-business. Perkembangan konsep e-business adalah wujud dari mulai maraknya penggunaan teknologi internet pada awal hingga pertengahan era 1990-an. Apa pengertian dari konsep e-business, jenis, dan perbedaannya dengan e-commerce? Berikut ulasannya.

Baca juga: 7 Cara Jualan Online di Whatsapp Ini Akan Buat Usaha Anda Laris


 

Definisi E-Business adalah Sebagai Berikut e-business-adalah-4

Secara umum, definisi dari e-business adalah kegiatan bisnis dengan melibatkan sistem informasi yang terhubung satu dengan lain dan terkomputerisasi. Ia bisa dikatakan pula sebagai proses bisnis yang terintegrasi secara online. Dengan begitu, semua transaksi, pemesanan, hingga pengadaan barang dilakukan dengan meminimalisir kontak secara langsung dari pihak yang terlibat.


Jenis-jenis E-Business?
e-business-adalah-3

Dalam praktiknya, e-business ini masih dibagi lagi ke dalam beberapa jenis. Hal itu tergantung dari pihak-pihak yang melakukan transaksi, tujuan, dan sebagainya. Jenis e-business adalah sebagai berikut:

1. Business to Business

Jenis pertama dari e-business adalah business to business. Pada jenis ini, yang melakukan transaksi ialah objek bisnis satu dengan objek bisnis lainnya. Istilah lainnya adalah transaksi yang dilakukan antar perusahaan. Semua proses transaksinya dilakukan secara online, seperti melalui email hingga transaksi online dengan menggunakan platform khusus electronic data interchange (EDI).

2. Consumer to Consumer

Selanjutnya ada consumer to consumer yang banyak menjamur di tanah air saat ini. Pada jenis bisnis ini, konsumen memasarkan barang kepada konsumen lainnya. Contoh sederhananya adalah ketika seseorang menawarkan atau menjual mobil di situs jual-beli. Mobil menjadi barang atau komoditas yang diciptakan perusahaan dan dibeli oleh konsumen. Kemudian, konsumen memasarkan mobil tersebut ke konsumen lainnya dengan harga tertentu untuk mendapatkan keuntungan.

3. Business to Consumer

Jenis yang ketiga ini cukup sering dilakukan oleh perusahaan atau bisnis yang menawarkan produk dan jasanya kepada konsumen secara langsung melalui transaksi elektronik. Keuntungannya adalah konsumen bisa memilih produk dengan cepat dan lebih murah. Bahkan tak jarang perusahaan akan memberikan harga khusus pada saat-saat tertentu kepada para konsumen mereka.

4. Consumer to Business

Keempat, jenis ini merupakan kebalikan dari poin business to consumer. Di sini, konsumen lebih aktif melakukan transaksi hingga melakukan proses jual beli barang dan jasa secara tradisional. Namun, proses tersebut dilaksanakan dengan cara online. Sederhananya, konsumen atau individu ini menawarkan dan menjual produk atau jasanya kepada perusahaan dan organisasi. 

5. Government to Business

Jenis kelima dari e-business adalah government to business. Pengertian sederhana dari jenis ini ialah pemerintah bekerja sama dengan sektor bisnis, perusahaan, atau swasta untuk melakukan interaksi secara daring atau online. Contohnya adalah pendaftaran perusahaan, pajak perusahaan, dan lainnya.

Hal ini juga mencakup urusan pengadaan barang dan penjualan resmi atau lelang. Di sini, tidak mungkin pemerintah berjalan sendiri. Tentu perlu kerja sama dari pihak perusahaan atau swasta untuk bisa menjalankannya.

Baca juga: 3 Hal Penting Sebelum Membangun Bisnis, Sudah Disiapkan?

6. Business to Government

Keenam, business to government atau biasa juga dikenal dengan pemahaman tentang pemasaran di sektor publik, baik itu untuk jenis produk maupun jasa bagi pemerintah. Pendekatan yang dilakukan ialah menggunakan strategi pemasaran terpadu. Di sini, pihak swasta atau bisnis menawarkan kerja sama kepada pemerintah dalam hal tertentu. 

Misalnya saja pengadaan suatu barang untuk kebutuhan masyarakat banyak. Pemerintah membutuhkan pasokan dari perusahaan swasta penyedia produk sembako untuk nantinya dibagikan ke masyarakat.

7. Government to Government

Jenis terakhir dari e-business adalah government to government atau antar pemerintah. Tujuan dari e-business ini tak hanya sekadar berkaitan dengan diplomasi. Di sisi lain juga menyangkut hal-hal yang lebih luas seperti entitas masyarakat, bisnis, perindustrian, perusahaan, dan sebagainya.

Seperti namanya, dalam hal ini semua proses administrasi dilakukan oleh negara dengan pendekatan-pendekatan kenegaraan pula. Contohnya yang menyangkut e-business antar negara ialah membahas tentang peraturan pajak, ekspor-impor, pembayaran, dan sebagainya.


Apakah e-Business Sama dengan e-Commerce?e-business-adalah-1

Terkadang, e-commerce dan e-business kerap dianggap sama oleh sebagian orang. Namun, dalam kenyataannya, keduanya merupakan dua hal yang berbeda. Baik itu dari jarak jangkau, media yang digunakan, hingga sistem pemasarannya. Jika diringkas lagi, maka perbedaannya adalah:

  • Jangkauan dari e-business cukup luas dibandingkan e-commerce, baik dari segi permodalan, sumber daya, maupun risiko setelah transaksi dan pembelian barang. Sedangkan, e-commerce terbatas pada kegiatan jual-beli produk menggunakan platform online.

  • Jika e-commerce cakupannya adalah jual-beli, maka e-business lebih kepada edukasi masyarakat mengenai transaksi online.

  • E-commerce hanya sebagian kecil dari elemen e-business yang cukup luas. Sebab, e-business menyangkut sebuah sistem yang lebih kompleks.

Baca juga: Mau Bisnis Lancar? 7 Karakteristik Kewirausahaan Perlu Anda MilikiNah, dari ulasan di atas, dapat disimpulkan bahwa e-business adalah sebuah sistem transaksi dengan dampak dan manfaat yang lebih luas bagi para pelakunya. Kini, praktis e-business semakin mudah dengan adanya e-payment yang memberikan kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi.

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail