Dapatkan panduan legalitas usaha di e-Book, “Buku Pintar Legalitas: Usaha Legal, Tersertifikasi, dan Aman”.

Download GRATIS sekarang! close
14 Mar

Apa itu ESG? Pedoman yang Bikin Bisnis Anda Dicintai Masyarakat

Yovita

by Yovita

view2403Views

Apa itu ESG? Demi mengembangkan bisnis, banyak perusahaan melakukan investasi. Bentuk investasi yang dijalankan pun beragam; ada perusahaan yang membuka cabang baru, membangun gudang, hingga pabrik. Walaupun tujuan investasi tersebut sebetulnya baik, di sisi lain terdapat kekhawatiran akan dampaknya terhadap tata kelola lingkungan, sosial, dan perusahaan.

Dari sinilah akhirnya muncul standar ESG dalam investasi bisnis. Memangnya, apa itu ESG dalam investasi perusahaan? Apakah ia dapat menguntungkan atau justru membatasi perusahaan? Berikut ulasannya.


Apa Itu ESG?

Apa itu ESG? ESG adalah  pedoman dasar bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan investasi berdasarkan sejumlah kriteria utama. Kriteria ini meliputi hubungan perusahaan dengan lingkungan sekitar (environment), masyarakat luas (social), hingga manajemen yang transparan (governance). Tujuan ESG adalah untuk mengukur dampak sosial dan keberlanjutan dari investasi yang dilakukan perusahaan.

Baca juga: Strategi Bisnis adalah Kunci, Ini 5 Tips Agar Unggul dari Kompetitor


Apa Saja Kriteria ESG?

Apa-itu-ESG---1

Agar perusahaan lebih terarah dalam menjalankan investasi sesuai ESG, maka ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Secara garis besar, setidaknya ada tiga kriteria utama yang berlaku, yakni lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola perusahaan (governance). Berikut penjelasan mengenai ketiga kriteria tersebut:

1. Lingkungan (environment)

Kriteria yang pertama dari penerapan ESG adalah lingkungan atau environment. Kriteria ini menitikberatkan pada bagaimana perusahaan bersinggungan dengan lingkungan, baik itu lingkungan di sekitar tempat operasional maupun memastikan agar produk yang dihasilkan tidak merusak lingkungan. Hal ini juga mencakup bagaimana perusahaan memperlakukan hewan, khususnya bagi perusahaan di bidang makanan.

Salah satu wujud implementasinya adalah dengan mengelola limbah secara terpadu agar aman dan tak menjadi polutan. Cara lain adalah dengan menggunakan energi yang ramah lingkungan. Salah satu contoh perusahaan yang telah melakukan hal ini adalah IKEA. Brand furnitur ini menggunakan energi terbarukan berupa tenaga surya yang bisa menghasilkan energi listrik hingga 44,9 MW dalam operasionalnya. 

2. Sosial (social)

Kedua, kriteria penting yang harus diperhatikan ialah segi sosial. Aspek yang harus diperhatikan di sini ialah bagaimana perusahaan menjalin hubungan sosial dan membangun reputasi di masyarakat maupun institusi yang ada, termasuk hubungan dengan komunitas, konsumen, klien, dan dengan karyawan perusahaan.

Adapun contoh dari penerapan kriteria ESG yang kedua ini bisa kita lihat dari perusahaan di bidang energi di Indonesia, seperti Indika Energy Group. Perusahaan ini rutin menginspeksi keselamatan kerja, berkomitmen dalam melindungi hak karyawan, hingga menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan di bidang kesehatan, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi.

3. Tata kelola (governance)

Sementara untuk kriteria yang ketiga ialah mengenai tata kelola perusahaan atau governance. Kriteria ini berhubungan dengan bagaimana sebuah perusahaan mampu membangun kepemimpinan yang tangguh dan berjalan dengan baik pada struktur organisasi perusahaan. Tata kelola ESG yang baik dapat diterapkan di berbagai divisi maupun departemen perusahaan.

Salah satu contohnya bisa dengan penerapan metode akuntansi sesuai standar atau pengambilan keputusan yang melibatkan semua kepentingan. Perusahaan juga harus dapat memastikan bahwa pengambilan keputusan dan kebijakan tidak menimbulkan konflik kepentingan.

Baca juga: Kemitraan Adalah Kunci Berkembangnya Bisnis, Bagaimana Cara Memulainya?


Apa Saja Dampak ESG bagi Perusahaan?

Apa-itu-ESG---2

Setelah mengetahui apa itu ESG beserta kriterianya, Anda perlu mengetahui pula apa saja dampak penerapannya terhadap keberlangsungan operasional perusahaan.

Pertama, pelaksanaan ESG yang dilakukan secara baik dapat membantu perusahaan untuk menemukan pasar baru maupun memperluas potensi pasar yang sudah terbangun. Sebagai contoh, ketika perusahaan melaksanakan acara, keterlibatan mereka di bidang sosial akan semakin diingat oleh masyarakat luas. Secara tak langsung, hal itu dapat mengenalkan perusahaan kepada khalayak.

Kedua, ESG dapat menjadi preferensi konsumen dalam memilih produk. Saat ini, masyarakat sudah semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, Nah, dengan menyediakan produk ramah lingkungan, masyarakat akan semakin tertarik menggunakan produk tersebut.

Hal inilah yang dilakukan oleh Unilever saat meluncurkan produk sabun pencuci piring, Sunlight. Unilever mengklaim bahwa sabun tersebut menggunakan kadar air lebih sedikit dibanding brand lain. Alhasil, preferensi masyarakat dalam memilih produk ini jadi tinggi dan penjualan Sunlight pun meningkat.

Ketiga, di kalangan internal perusahaan pun penerapan ESG yang baik dapat menghemat biaya operasional karena perusahaan lebih memperhatikan kelestarian lingkungan. Misalnya dengan penggunaan air dan pengelolaan limbah secara bijak, terutama perusahaan yang bergerak di bidang energi dan sektor pengolahan produk.

Keempat, tata kelola yang optimal juga dapat meningkatkan performa manajemen perusahaan karena kesejahteraan karyawan jadi lebih diperhatikan. Karena merasa diperhatikan dengan baik, hal ini tentu dapat berdampak positif terhadap produktivitas karyawan.

Kelima, apabila ESG diterapkan dengan baik dan membawa perubahan berarti bagi perusahaan, tentu kredibilitas perusahaan tersebut menjadi lebih baik, terlebih di mata investor. Hal itulah yang menjadi bahan pertimbangan bagi pihak investor untuk berinvestasi di perusahaan karena dinilai lebih baik dari berbagai aspek.

Terlebih jika hal tersebut didukung oleh penerapan sistem transaksi yang memudahkan pelanggan, seperti layanan payment gateway Indonesia dari Midtrans yang bisa menerima 24 metode pembayaran online maupun offline lewat satu pintu saja. Dengan transaksi yang mudah, pelanggan pun akan merasa puas sehingga berpotensi kembali membeli produk Anda. Pemasukan meningkat, perusahaan berkembang, investor pun tak ragu untuk kembali berinvestasi!

Baca juga: Manajemen Keuangan Adalah Kunci Kesuksesan Bisnis, Ini 5 Alasannya


Dari ulasan di atas, kini Anda telah paham tentang apa itu ESG. Bisa disimpulkan bahwa penerapan ESG yang baik dapat membawa manfaat yang besar bagi perusahaan. Manfaat tersebut tak hanya bagi operasional, melainkan juga bagi para karyawan agar lebih sejahtera serta menciptakan lingkungan yang sehat. Semoga bermanfaat!

midtrans_banner_top_paymentgateway_1-(1)

  • twitter
  • facebook
  • WA
  • mail