Limited offer! Activate ShopeePay via Midtrans now & get 30% bonus cashback for your customer.

Learn More
13 Jan

Bagaimana Industri FMCG Memaksimalkan Layanan Distribusi Dana di Era Siber

by Digital Marketing Midtrans

17Views

Midtrans_15-Januari-2020_Blog-isi

Bisnis FMCG atau Fast Moving Consumer Goods di Indonesia memiliki potensi pasar yang besar mengingat iklim perekonomian Indonesia yang baik untuk perkembangan bisnis ini. Akan tetapi, bisnis FMCG atau Fast Moving Consumer Goods di Indonesia belum memiliki perkembangan yang signifikan. Menurut data dari Binus Laboratory, pertumbuhan bisnis FMCG periode Year to Date (YTD) pada tahun 2017 hanya 2,7%. Saat momentum hari raya Idulfitri 2017, pertumbuhan bisnis ini juga hanya mencapai 5%.

Salah satu faktor yang diperkirakan menyebabkan lambatnya pertumbuhan bisnis FMCG ini adalah kesulitan pengotomatisan bisnis FMCG secara online. Terlebih, bisnis FMCG belum sepenuhnya mengaplikasikan sistem online untuk memudahkan operasional bisnis ini. Khususnya, tantangan terakhir mengenai tantangan pengotomatisan ini akan dibahas lebih lanjut di artikel ini.

Minimnya Layanan Pendistribusian Dana secara Online

Salah satu tantangan bisnis FMCG yang tidak kalah penting adalah belum adanya penggunaan layanan keuangan online untuk mengelola pembayaran ke berbagai vendor satu produk bisnis FMCG ataupun pendistribusian dana ke distributor-distributor produk FMCG tersebut. Untuk merilis satu produk FMCG, biasanya dibutuhkan waktu 3–6 bulan hanya untuk mengurus hal-hal terkait pembayaran ke berbagai vendor. Tidak hanya itu, bisnis FMCG juga harus mengurus penerimaan pembayaran dari mitra distributor produk FMCG tersebut. Terlebih, pembayaran yang masih dilakukan biasanya masih secara manual, dan hal ini tentu menyulitkan bisnis FMCG memiliki laporan pembayaran yang detail dan menghabiskan banyak waktu pemilik bisnis untuk mengurus hal ini.

Dalam mengatasi tantangan yang ada, bisnis FMCG harus menggunakan layanan keuangan online, khususnya sistem untuk mendistribusikan berbagai dana. Adanya sistem pendistribusian dana yang bermutu memungkinkan bisnis FMCG untuk melakukan banyak transaksi secara langsung ke banyak vendor dalam satu waktu. Tidak hanya itu, sistem pendistribusian dana yang aman dan berkualitas juga akan memangkas waktu untuk mengurus banyak hal terkait pembayaran, dan bisnis FMCG juga akan dimudahkan dengan adanya laporan transaksi yang detail sehingga laporan keuangan bisnis dapat dibuat dengan mudah.

Satu hal lainnya yang penting diperhatikan pelaku bisnis FMCG adalah memilih layanan pendistribusian dana yang berkualitas. Pemilik bisnis FMCG tidak boleh sembarangan dalam memilih layanan pendistribusian dana. Sistem pendistribusian dana yang dipilih oleh pelaku bisnis FMCG juga harus serba bisa, dan dapat mengatasi tantangan keuangan bisnis FMCG lainnya. Tidak hanya itu, sistem pendistribusian dana yang berkualitas juga tidak menghabiskan banyak biaya seperti bebas biaya pendaftaran, biaya perawatan, dan biaya integrasi. Biaya transaksi yang dikenakan sistem tersebut juga seharusnya tidak memberatkan pelaku bisnis.

Sudah saatnya untuk pelaku bisnis FMCG menggunakan sistem layanan keuangan online, khususnya pendistribusian dana, untuk memajukan bisnis mereka. Tantangan seputar pembayaran dapat diselesaikan dengan mudah jika pelaku bisnis menggunakan sistem pendistribusian dana yang berkualitas, aman, dan tidak membutuhkan banyak biaya.


Cari tahu lebih lanjut mengenai sistem pendistribusian dana berkualitas untuk bisnis FMCG di midtrans.com/iris